Tan Malaka tidak pernah menulis risalah khusus tentang profesi advokat. Ia seorang pejuang revolusioner, bukan sarjana hukum, dan sepanjang hidupnya lebih sibuk merumuskan strategi pergerakan ketimbang mengurusi etika profesi. Tetapi justru karena itu, satu kalimat yang ia selipkan dalam Aksi Massa (1926) terasa mengejutkan sekaligus menohok. Ketika mengulas sikap Mr. Singgih dan Indonesische Studieclub, Tan...Read More