Saya mencatat, suatu ketakutan yang jarang diucapkan terang-terangan oleh advokat, tetapi hampir selalu dirasakan setiap kali membaca putusan pengadilan: bahwa hukum, yang semestinya hidup dan bergerak bersama denyut keadilan masyarakat, ternyata sudah lama berhenti bernapas. Ia masih ada, masih dicetak, masih dibacakan dengan lantang di ruang sidang, tetapi jiwanya sudah lama padam. Yang tersisa hanyalah huruf-huruf...Read More