Ketukan palu Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) yang memutuskan sistem wadah jamak (multi bar) dinilai bukan sekadar perubahan regulasi hukum di atas kertas. Di mata pakar hukum Prof. Dr. Henry Indraguna, momentum historis ini adalah genta spiritual yang mengubur ego eksklusivitas sistem wadah tunggal (single bar) demi melahirkan keadilan yang membumi bagi seluruh rakyat Indonesia. Prof...Read More
Artikel Gito Pamungkas, “Advokat di Persimpangan Jalan: Putusan MK dan Bahaya Reformasi yang Setengah Hati,” mengajukan argumen yang sangat baik secara radikal, namun jika dimaknai secara keliru maka akan menyempitkan, krisis advokat direduksi kedalam pertanyaan “di pihak siapa advokat berdiri,” dan legitimasi profesi digantungkan pada ultimatum “buktikan atau bubarkan” pasca Putusan MK Nomor 126/PUU-XXIV/2026. Argumen...Read More