657 'Wakil Tuhan' Langgar Etik, Perselingkuhan Hakim Jadi Tren - Kongres Advokat Indonesia
657 'Wakil Tuhan' Langgar Etik, Perselingkuhan Hakim Jadi Tren

657 ‘Wakil Tuhan’ Langgar Etik, Perselingkuhan Hakim Jadi Tren

Medanbisnisdaily.com-Jakarta, Sebanyak 657 ‘wakil Tuhan’ melanggar etik sepanjang Komisi Yudisial (KY) masuk ikut mengawasi Mahkamah Agung (MA). Dari jumlah itu, terungkap perselingkuhan hakim mengalami tren signifikan.

“Sejak pertama kali berdiri hingga Juni 2018, Komisi Yudisial (KY) telah mengusulkan penjatuhan sanksi kepada 657 orang hakim yang dinyatakan terbukti melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH). Rekomendasi sanksi ini merupakan hasil pemeriksaan melalui proses Sidang Pleno Anggota KY,” kata Juru Bicara KY, Farid Wajdi kepada wartawan, Rabu (15/8).

Dari tahun 2009-2017 telah dilaksanakan sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang menyebabkan 49 orang hakim menerima sanksi. Diketahui tren kasus pelanggaran KEPPH yang ditangani dalam sidang MKH pada 2009-2012, mayoritas merupakan kasus penyuapan.

“Namun, mulai tahun 2013-2017 tren kasus pelanggaran KEPPH bergeser signifikan kepada kasus perselingkuhan,” cetus Farid.

Hal ini menunjukkan terjadinya pergeseran pilihan nilai-nilai oleh hakim. Yakni dari nilai-nilai ideal atau objektif hukum ke nilai-nilai pragmatik atau subjektif yang dipentingkan diutamakan oleh hakim dalam penanganan perkara tertentu.

“Artinya penanganan suatu perkara dapat menjadi sumber komoditi untuk mendapatkan keuntungan pribadi, baik politik maupun ekonomi,” ujarnya.

Ragam masalah berkaitan dengan pelanggaran kode etik perlu diurai dengan cara membenahi secara terus menerus proses pengangkatan/rekrutmen yang benar-benar mempunyai kualitas untuk menjawab kebutuhan. Hakim juga harus mempunyai kemampuan profesional serta moral dan integritas tinggi.

“Selain itu, diperlukan pula penguatan lembaga pengadilan yang independen dan akuntabel (judicial accountability), bebas, tidak memihak dan penataan kembali struktur dan lembaga kekuasaan kehakiman yang ada (shared responsibility),” pungkasnya.

Baca Juga : Kejagung Ajak Pemuda Sadar Hukum dan Tidak jadi Pelaku Penyebar Hoaks dan Perundungan

1 Response

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023