Hina Nabi Muhammad, Abraham Moses Dituntut 5 Tahun Penjara
Hina Nabi Muhammad, Abraham Moses Dituntut 5 Tahun Penjara

Hina Nabi Muhammad, Abraham Moses Dituntut 5 Tahun Penjara

VIVA – Terdakwa kasus penista agama dan penghinaan pada Nabi Muhammad SAW, Abraham Moses alias Saifuddin Ibrahim, dituntut penjara selama 5 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tangerang, Senin, 23 April 2018.

Sidang dengan agenda pembacaan tuntutan dan dipimpin hakim Muhammad Damis, dikawal ketat oleh pihak kepolisian. Dari pantauan, terlihat juga ratusan anggota ormas Front Pembela Islam.

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 5 tahun. Hal itu, karena perbuatan tersebut menimbulkan adanya ketersinggungan antar umat beragama,” kata Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Airlangga.

Sidang penistaan agama dengan terdakwa Abraham Moses alias Saifuddin Ibrahim

Moses dituntut hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp50 juta atas pasal yang dikenakan yaitu Pasal 28 ayat 2 UU ITE, Juncto Pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang SARA, dan Pasal 156A tentang Penodaan Agama.

Atas tuntutan tersebut, Moses maupun kuasa hukumnya tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan lantaran beberapa alasan.

Maxie yang merupakan kuasa hukum Moses menyampaikan dalam persidangan, bahwa mereka tak mengajukan eksepsi lantaran belum menerima berkas tuntutan secara lengkap.

“Masih kita pelajari dan ikuti prosesnya,” ujarnya.

Diketahui Moses dijerat dengan pasal 28 ayat (2) UU ITE yang diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UU ITE. Pada pasal itu diatur pula ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp1 miliar.

Sementara dasar penangkapan Moses dilakukan atas dasar tiga postingannya, yaitu postingan tanggal 12 November 2017 berjudul Sayembara 11, postingan tanggal 24 November 2017 berjudul Dongeng 15, dan postingan berjudul Alasan 17 dan video berdurasi 4 menit 25 detik.

Baca Juga : Hakim Praperadilan yang Putuskan Boediono Tersangka Dimutasi ke Jambi

1 Response

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024