Pertamina Beri Bantuan Hukum Mantan Dirut Karen Agustiawan
Pertamina Beri Bantuan Hukum Mantan Dirut Karen Agustiawan

Pertamina Beri Bantuan Hukum Mantan Dirut Karen Agustiawan

KATADATA.CO.ID – PT Pertamina (Persero) akan memberikan bantuan hukum untuk Karen Agustiawan yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi dalam investasi di lapangan Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. Karen yang merupakan mantan Direktur Utama Pertamina periode 2009-2014, dianggap memiliki hak mendapat perlindungan hukum.

“Itu prosedur yang berlaku, setiap mantan karyawan dan pejabat mendapat bantuan hukum, kami terapkan asas praduga tak bersalah,” kata Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito dihubungi Katadata.co.id, Kamis (5/4).

Adiatma mengatakan Pertamina akan memberikan bantuan hukum hingga putusan pengadilan dinyatakan berkekuatan hukum tetap. “Bantuan hukum yang diberikan ada tahapan, kami hentikan bila dinyatakan bersalah dalam putusan tetap,” kata Adiatma.

Setelah mengumumkan Karen sebagai tersangka pada Rabu (4/4), kejaksaan Agung belum menjadwalkan pemeriksaannya. Hingga kini kejaksaan belum menjelaskan peran Karen dalam kasus penyimpangan investasi yang diduga merugikan negara Rp 568 miliar.

“Bila ditanya perannya, saya tidak bisa terbuka karena ini masih dalam proses penyidikan,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Adi Toegarisman.

Adi menjelaskan timnya menemukan dugaan penyimpangan dalam akuisisi (Investasi Non Rutin) pembelian sebagian aset melalui Interest Participating (IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan BMG Australia. Akuisisi tersebut didasari pada Agreement for Sale and Purchase BMG Project tanggal 27 Mei 2009 senilai US$ 31,91 juta.

Kejaksaan menemukan dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi. Penyimpangannya yakni pengambilan keputusan investasi tersebut tanpa didasari adanya kajian kelayakan (feasibility study) berupa kajian secara lengkap (final due dilligence). Selain itu, pengambilan keputusan juga tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris Pertamina.

Kini, perusahaan Roc Oil di Australian kini sudah tak ada. Berdasarkan penelusuran Katadata.co.id dari laman resmi ROC Oil Company Ltd, perusahaan tersebut telah diambil alih 90% sahamnya oleh Fosun International Limited pada November 2014. Fosun merupakan grup investasi besar yang operasi dan kepentingan bisnisnya berbasis di Tiongkok dan Hong Kong.

Dalam perkara ini, kejaksaan agung telah menetapkan empat orang tersangka. Mereka yakni Karen, Chief Legal Councel and Compliance Pertamina Genades Panjaitan, mantan Direktur Keuangan Pertamina Frederik Siahaan dan mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu Pertamina berinisial BK.

Baca Juga : Soal Mantan Koruptor Jadi Caleg, KPU Kaji Dasar Hukum Lain

1 Response

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dr. Umar Husin: Keterwakilan Jadi Keunggulan Sistem Presidium Jika Diterapkan di Organisasi Advokat
May 26, 2024
Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024