Seorang hakim membaca sebuah pasal berkali-kali. Kata-katanya jelas secara gramatikal, tetapi maknanya bisa ditarik ke dua arah yang saling berlawanan. Seorang advokat, di sisi lain, sedang menyusun argumen uji materiel dan membutuhkan sesuatu yang lebih kuat daripada sekadar menebak-nebak “kira-kira apa maksud pembentuk undang-undang?“. Pada titik itulah satu dokumen yang jarang dibaca publik, namun sangat menentukan,...Read More