Perjalanan Adv. Deny M. Ramdany, S.H., tidak hanya dapat dilihat dari profesinya sebagai advokat dan kiprahnya sebagai Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Barat.
Di balik aktivitasnya di dunia hukum, Adv. Deny memiliki perjalanan panjang dalam olahraga bela diri, organisasi olahraga dan komunitas. Pengalaman tersebut membentuk satu karakter yang kemudian terus dibawanya ke berbagai ruang pengabdian berupa disiplin, konsistensi, kepemimpinan dan solidaritas.
Ia pernah menjadi bagian dari Dewan Guru Tarung Derajat Aa Boxer. Dari lingkungan bela diri inilah salah satu bagian penting perjalanan Deny ditempa. Namun kiprahnya di dunia olahraga tidak berhenti di Tarung Derajat.
Ia kemudian aktif dalam Mixed Martial Arts (MMA) dan dipercaya sebagai Ketua Smartco MMA. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari perhatiannya terhadap pembinaan olahraga bela diri sekaligus pengembangan atlet.
Tidak Berhenti di MMA
Perjalanan Deny di dunia olahraga ternyata juga merambah cabang bela diri lainnya. Ia tercatat sebagai bagian dari kepengurusan Federasi Savate Indonesia (FSI) Kota Bandung.
Savate merupakan olahraga bela diri asal Prancis yang memadukan teknik pukulan dan tendangan. Kehadiran Deny dalam lingkungan FSI Kota Bandung memperlihatkan bahwa perhatian dan jejaringnya di dunia olahraga tidak terbatas pada satu cabang.
Bahkan pada Porprov Jawa Barat XV 2026, Deny dipercaya sebagai Ketua Pelaksana Eksebisi cabang olahraga Savate. Kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasinya di dunia olahraga.
Jika Tarung Derajat memberikan pengalaman awal dalam pembinaan bela diri, MMA memperluas aktivitasnya dalam olahraga pertarungan modern, maka Savate membuka ruang baru dalam pengelolaan dan penyelenggaraan olahraga pada level kegiatan olahraga daerah.
Dari Dewan Guru ke Pengelolaan Pertandingan
Ada benang merah yang menarik dari perjalanan tersebut. Deny tidak hanya berada di sisi praktisi atau penggiat olahraga. Pengalamannya berkembang menuju wilayah organisasi dan manajemen kegiatan olahraga.
Dari pengalaman sebagai mantan Dewan Guru Tarung Derajat Aa Boxer, kemudian menjadi Ketua Smartco MMA, terlibat dalam kepengurusan FSI Kota Bandung, hingga dipercaya menjadi Ketua Pelaksana Eksebisi Savate pada Porprov XV 2026.
Lintasan tersebut menunjukkan perubahan peran: dari lingkungan pembinaan bela diri menuju pengelolaan organisasi dan event olahraga.
Kemudian Memasuki Dunia Hukum
Di luar olahraga, Deny membangun perjalanan profesionalnya sebagai advokat. Dengan gelar sarjana hukum, ia kemudian dipercaya memimpin DPD KAI Jawa Barat. Memimpin organisasi advokat tingkat provinsi tentu memiliki tantangan berbeda dibandingkan mengelola kegiatan olahraga.
Di organisasi profesi hukum, Deny berhadapan dengan persoalan pembinaan anggota, pendidikan profesi, regenerasi dan konsolidasi organisasi. Di sinilah pengalaman kepemimpinan dari berbagai lingkungan kembali menemukan relevansinya.
Regenerasi Advokat
Salah satu agenda penting DPD KAI Jawa Barat adalah regenerasi. Pada 2026, DPD KAI Jawa Barat menjalankan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) sebagai bagian dari proses pembekalan calon advokat.
Kemudian pada September 2026, sebanyak 36 advokat KAI Jawa Barat mengikuti proses pengangkatan dalam sidang terbuka DPP KAI di Kota Bandung.
Bagi sebuah organisasi profesi, regenerasi menjadi bagian penting untuk memastikan keberlanjutan organisasi dan keberadaan advokat baru yang memahami pengetahuan serta tanggung jawab profesinya.
KAI Jabar Mendapat Apresiasi Nasional
Kiprah organisasi yang dipimpinnya juga mendapat perhatian di tingkat nasional. Dalam Rakernas KAI 2026 di Lombok, DPD KAI Jawa Barat menerima penghargaan dari DPP KAI.
Penghargaan tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan organisasi KAI Jawa Barat di bawah kepemimpinan Deny.
Namun bagi sebuah organisasi, penghargaan bukanlah garis akhir. Justru setelah penghargaan diterima, tantangan berikutnya adalah mempertahankan kualitas organisasi, membangun kaderisasi dan menghadirkan program yang memiliki manfaat bagi anggota maupun masyarakat.
Salah Satu Pendiri Bikers Bacank
Di luar profesi dan olahraga, Deny juga memiliki kedekatan dengan dunia komunitas. Ia merupakan salah satu pendiri Bikers Bacank. Deny merupakan salah satu pendiri Bikers Bacank, bagian dari orang-orang yang berada di awal berdirinya komunitas tersebut.
Sebagai salah satu pendiri, keterlibatannya berada pada fase pembentukan dan tumbuhnya komunitas. Bikers Bacank menjadi bagian lain dari perjalanan Deny dalam membangun jejaring persaudaraan di luar dunia profesi.
Tiga Ruang, Satu Benang Merah
Jika seluruh perjalanan tersebut dirangkai, Deny M. Ramdany memiliki lintasan yang cukup unik. Tarung Derajat membentuk disiplin. MMA memperluas kiprah olahraga bela diri. FSI Kota Bandung membuka ruang pengabdian pada cabang Savate. Porprov XV 2026 memberinya tanggung jawab dalam penyelenggaraan eksebisi Savate. KAI Jawa Barat menjadi panggung kepemimpinan profesi hukum. Bikers Bacank menjadi bagian dari perjalanan komunitas yang turut dibangunnya.
Tiga lingkungan besar, bela diri, hukum dan komunitas, bertemu dalam perjalanan seorang Deny M. Ramdany
Bukan Sekadar Jabatan
Yang menarik dari perjalanan Deny bukan semata-mata banyaknya posisi yang pernah atau sedang diemban. Justru yang menarik adalah perubahan peran yang dijalaninya.
Dari dunia bela diri sebagai mantan Dewan Guru Tarung Derajat Aa Boxer, berkembang menjadi Ketua Smartco MMA, masuk dalam kepengurusan FSI Kota Bandung, dipercaya menangani eksebisi Savate pada Porprov XV 2026, sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai Ketua DPD KAI Jawa Barat.
Di luar itu, ia juga merupakan salah satu pendiri Bikers Bacank. Lintasan tersebut menunjukkan seorang tokoh yang bergerak di beberapa ruang sekaligus—profesi, olahraga dan komunitas. Pada akhirnya, jabatan dan kepercayaan hanya akan memiliki arti apabila diterjemahkan menjadi kerja nyata.
Dan perjalanan Deny Ramdani masih terus berjalan: membawa pengalaman dari arena bela diri, ruang organisasi olahraga, dunia advokat hingga komunitas, dengan satu tantangan yang sama—bagaimana pengalaman tersebut dapat melahirkan pembinaan, regenerasi dan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat. SUMBER






