7 May 2020

Asteroid Berbahaya Dekati Bumi hingga Alasan Mayat ABK RI Dilarung

VIVA – Berita terbaru soal virus corona seperti alat rapid test di Bali yang punya hasil tak valid hingga ketakutan istri Jerinx karena suaminya sering bicara teori konspirasi COVID-19 masih menarik perhatian pembaca VIVA. Begitu juga terkait Garuda Indonesia yang kembali membuka layanan penerbangannya untuk penumpang.

Kabar tak kalah menarik juga datang dari dunia digital dan sainstek. Tujuh asteroid disebut mendekati bumi dan diprediksi tiba jelang buka puasa, Kamis kemarin. Tak ketinggalan, update terkait video ABK sebuah kapal ikan China di Korea yang sejak kemarin viral. Ada penjelasan dari kapten kapal soal alasan pelarungan ke laut mayat ABK yang sudah meninggal.

Tujuh asteroid raksasa mengintai Bumi secara bergantian, yang semuanya masuk kategori berbahaya. Mereka silih berganti mendekati Bumi pada 7 hingga 9 Mei 2020. Ketujuh asteroid tersebut adalah 2009 XO, 2020 JE, 2020 JF, 2020 HM4 dan 2016 HP6, yang mendekat ke arah Bumi pada 7 Mei 2020.

Selanjutnya, Asteroid 2020 HB6 yang mendekati Bumi pada 8 Mei, serta Asteroid 2020 HC6 bergerak mendekati Bumi pada 9 Mei 2020. Sedangkan yang paling berbahaya adalah yang hari ini mau mendekat ke Bumi. Namanya Asteroid 2009 XO. Asteroid raksasa yang diberi kode 438908 itu mendekati Bumi pada Kamis hari ini pukul 05.05 EDT atau 16.05 WIB, menjelang buka puasa.

Hal mengejutkan terjadi ketika ratusan orang di Bali dinyatakan positif Corona dengan hasil rapid test yang reaktif namun kemudian terbantahkan dengan hasil tes swab PCR yang lebih valid. Warga di di dusun yakni Banjar Serokadan di Desa Abuan, Bangli, Bali menguji cepat warganya. Keluar hasil rapid test 443 orang positif. Alhasil, Pemprov Bali melakukan isolasi satu dusun. Ada 1.210 orang warga di Banjar Serokadan.

Namun setelah diuji ulang dengan tes PCR, 275 orang malah dinyatakan negatif. Sementara hasil untuk 139 orang lain masih ditunggu hasil swab-nya. Belakangan diketahui warga Desa Abuan dites dengan alat rapid test bermerek VivaDiag. Alat tes itu merupakan buatan Tiongkok yang diimpor PT Kirana Jaya Lestari.

Baca juga : Ke Pasar Tak Pakai Masker, Perempuan Singapura Diadili

Leave a Reply