5 May 2020

Viral Kemacetan di Surabaya Saat Penerapan PSBB, Kasatlantas Kena Tegur

SURABAYA, KOMPAS.com – Sebuah video memperlihatkan kemacetan arus lalu lintas di kawasan Jalan Wonokusumo, Surabaya, Jawa Timur, viral di media sosial Instagram. Video yang diunggah oleh akun Instagram @aslisuroboyo memperlihatkan dengan jelas kepadatan arus lalu lintas yang terjadi pada Selasa (5/5/2020).

“Situasi terkini sekitar jam 4an sektas nang sekitar jalan Wonokusumo Suroboyo Lor (Utara) sek tetep ruame & macet pol saben sore. Sawangane PSBB gaj berlaku nang kene,” tulis akun tersebut. Hingga pukul 18.40 WIB, video itu telah disukai sebanyak 177.726 pengguna Instagram dan dikomentari sebanyak 4.311 netizen.

Kompas.com kemudian mengonfirmasi kebenaran video viral yang diunggah @aalisuroboyo di media sosial Instagram tersebut. Wakil Direktur Lalu Lintas Ditlantas Polda Jatim AKBP Pranatal Hutajulu membenarkan video kemacetan lalu lintas tersebut terjadi di wilayah Surabaya Utara.

Namun, menurut dia, itu terjadi di kawasan Pasar Bulak Banteng, Kecamatan Semampir, Surabaya. “Itu lokasinya di Pasar Bulak Banteng, itu masuk di wilayah hukum Polres Tanjung Perak di Kecamatan Semampir, bukan di Jalan Wonokusumo,” kata Pranatal, saat dihubungi, Selasa malam.
Ia memastikan, petugas telah dikerahkan untuk mengatasi masalah tersebut di lokasi terjadinya kemacetan lalu lintas. Pihaknya juga sudah meminta Kasatlantas Polres Tanjung Perak AKP Sigit Indra untuk menindaklanjuti hal tersebut agar tidak terulang kembali.

Apalagi, sejak 28 April-11 Mei 2020 mendatang, Kota Surabaya tengah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Petugas sudah turun ke lapangan. Tadi saya sudah tegur Kasatlantas Polres Tanjung Perak, untuk ditindaklanjuti masalah itu. Saya minta dievaluasi lagi,” ujar dia.

Menurut Pranatal, setiap hari kawasan tersebut memang sering menimbulkan kemacetan. Sebab, selain berdekatan dengan pasar, kawasan tersebut juga merupakan kampung padat penduduk. Meski begitu, Pranatal berharap masyarakat bisa mematuhi PSBB untuk memutus penyebaran Covid-19 di Surabaya.

“Karena berhasil tidaknya PSBB itu adanya kerja sama aparatur pemerintah dan masyarakat. Masing-masing punya peran dan kalau mau berhasil, masing-masing pihak harus menjalankan perannya dengan optimal,” ujar dia.

Ia menekankan, kunci keberhasilan PSBB di Surabaya ada di tangan masyarakat. Karena itu, ia mengimbau agar masyarakat tetap berdiam diri di rumah selama tidak memiliki kepentingan yang mendesak. Ia mengakui, kawasan Surabaya Utara memang lebih sulit diberi pemahaman tentang pentingnya PSBB untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Namun, hal itu bukanlah menjadi alasan, ketika sudah tidak bisa diingatkan, pihaknya tetap melakukan penertiban. “Jadi sekali lagi, masalah PSBB kuncinya di masyarakat sendiri. Aparat ini hanya memberi arahan. Masyarakat mau patuh atau tidak. Makanya untuk mencapai tatanan suatu masyarakat yang aman dan tertib, itu butuh kerja sama semua pihak. Termasuk kerja sama masyarakat sendiri,” tutur dia.

Baca Juga : Said Didu Minta Polisi Jadwal Ulang Pemeriksaan Pakai Alasan PSBB

Leave a Reply