Jessica dan Ancaman Hukuman Mati
Jessica dan Ancaman Hukuman Mati

Jessica dan Ancaman Hukuman Mati

Jessica dan Ancaman Hukuman Mati

Detik.com – Jessica Kumala Wongso masih ditahan di Mapolda Metro Jaya. Jessica baru saja kalah dalam gugatan praperadilan di PN Jakpus. Gugurnya gugatan praperadilan ini semakin meneguhkan proses hukum yang dilakukan polisi pada Jessica, yang menjadi tersangka atas kasus pembunuhan Wayan Mirna.

Jessica dipidana dengan pasal 340 KUHP. Di pasal pembunuhan berencana ini, ancaman hukuman mati bisa dikenakan pada Jessica yang kabarnya sudah mendapatkan status permanent residence dari Australia.

Bicara soal Australia ini, seperti dikutip dari ABC Australia, Senin (29/2), ada bantuan penanganan kasus Jessica yang diberikan pemerintah Australia. ABC menyebut Australia membantu melalui Australian Federal Police (AFP) setelah mendapat persetujuan Menteri Kehakiman Australia Michael Keenan.

Persetujuan Menkeh Australia ini disebut turun setelah pihak Indonesia menyatakan pihaknya tidak akan menjerat Jessica dengan hukuman mati.

Izin dari Menkeh Australia ini diperlukan berkaca dari bantuan AFP ke Polri dalam kasus narkoba Bali Nine. Kasus ini yang berujung pada vonis mati dan eksekusi mati pada Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Australia adalah negara penentang hukuman mati.

Mengapa Indonesia butuh bantuan Australia? Jessica yang lama tinggal di negeri Kanguru itu dilacak rekam jejaknya. Apalagi Jessica dan Mirna bersahabat selama di Australia. Pelacakan rekam jejak ini membutuhkan bantuan polisi Australia. Polda Metro Jaya sendiri sudah menyampaikan bahwa ada perkembangan signifikan dari informasi mengenai Jessica di Australia.

Nah apakah bantuan ini akan berimbas pada isi dakwaan pada Jessica? Benarkah Jessica tidak akan didakwa hukuman mati? Tinggal dilihat saja nanti pemberkasan polisi.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023