MK Sidangkan Perkara Tayangan Hasil Hitung Cepat yang Digugat ATVSI dan AROPI
MK Sidangkan Perkara Tayangan Hasil Hitung Cepat yang Digugat ATVSI dan AROPI

MK Sidangkan Perkara Tayangan Hasil Hitung Cepat yang Digugat ATVSI dan AROPI

liputan6.com – Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menyidangkan perkara gugatan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dan Asosiasi Riset Opini Publik (AROPI) soal aturan menayangkan hasil hitung cepat atau quick count.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (3/4/2019), dalam aturan disebutkan hasil hitung cepat ditayangkan dua jam setelah penutupan pemungutan suara waktu Indonesia Barat.

Menurut para pemohon, Pemilu 2019 merupakan pemilu yang pertama kali menggabungkan pilpres dan pileg. Maka, warga pemilih pasti sangat antusias untuk segera mendapatkan informasi seputar hasil pemilu, sehingga penundaan hasil hitung cepat justru berpotensi menimbulkan spekulasi yang tidak terkontrol.

“Di situasi dimana teknologi dan informasi berkembang sangat cepat, pembatasan quick count itu semakin menambah ketidakpastian informasi, akan membuka banyak hoaks tentang hasil pemilu, karena itu kami menganggap pasal itu sudah tidak relevan,” kata Kuasa Hukum ATVSI Andi Syafrani.

Baca juga : KPK Minta Kasus Bowo Tak Dikaitkan dengan Politik Praktis

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024