MPR Gandeng Mahasiswa Untuk Melawan Korupsi
MPR Gandeng Mahasiswa Lawan Korupsi

MPR Gandeng Mahasiswa Lawan Korupsi

SURABAYA, suaramerdeka.com – Pemuda dan mahasiswa di Jawa Timur digandeng MPR RI menggelorakan Gerakan Melawan Lupa, salah satunya pemberantasan korupsi. Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyebut ada tiga jenis kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang sudah ditetapkan oleh negara kita, yaitu narkoba, terorisme dan korupsi.

“Untuk mengatasi kejahatan luar biasa tersebut negara kita telah membentuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Badan Nasional Narkotika (BNN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),” katanya dalam acara Jambore Kebangsaan Tahun 2018 di Ubaya Training Center, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (15/12).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan pemuda dan mahasiswa dari GMNI, HMI, PMII, GMKI, PMKRI, IMM, KAMMI, KMHDI, Pemuda Muslimin dan organisasi intra kampus BEM Se Jawa Timur.

Ahmad Basarah menyebutkan Reformasi 1998 yang dimotori pemuda dan mahasiswa bersama rakyat melahirkan enam tuntutan salah satunya adalah pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Akibat tuntutan reformasi itu pula, Presiden Soeharto mundur dari jabatannya pada 21 Mei 1998.

Lebih lanjut, Basarah mengatakan bahwa masalah KKN memang menjadi perhatian serius dari para aktivis gerakan reformasi pada waktu itu. Oleh karena itu berbagai produk hukum yang lahir di era reformasi memiliki spirit memberantas tindak pidana korupsi.

Misalnya, TAP MPR No.XI Tahun 1998 tentang Penyelenggara Negara Yang Bersih dari KKN. Kemudian Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berkaca dari hal tersebut, sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawab dari generasi muda,untuk bersatu mendukung KPK, Polri dan Kejaksaan RI untuk melawan dan memberantas tindak pidana korupsi.

“Sebagai kejahatan luar biasa, korupsi juga membutuhkan pemberantasan dengan cara-cara luar biasa dan yang tercatat dalam sejarah melakukan cara-cara yang luar biasa adalah pemuda dan mahasiswa,” kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan tersebut.

“Khusus perang terhadap korupsi ibarat sebuah perjuangan ingatan versus melawan lupa. Generasi muda jangan melupakan salah satu tuntutan dari reformasi yang harus terus dikawal adalah pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme, termasuk di dalamnya kasus-kasus korupsi di masa lalu,” tambahnya.

“Inilah panggilan dan tugas sejarah bagi pemuda dan mahasiswa. Mari, kita singsingkan lengan. Awasi dan kawal spirit reformasi tersebut. Jangan sampai praktik KKN terus menggerogoti denyut nadi dan melumpuhkan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Baca Juga : MK Batalkan Aturan Batas Usia Menikah Perempuan

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024