Permohonan Tahanan Kota Ratna Sarumpaet Tak Dikabulkan
Permohonan Tahanan Kota Ratna Sarumpaet Tak Dikabulkan

Permohonan Tahanan Kota Ratna Sarumpaet Tak Dikabulkan

Beritasatu.com, Jakarta – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tidak mengabulkan permohonan pengalihan penahanan tersangka Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota. Alasannya, penyidik masih terus memeriksa Ratna.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Jumat (12/10), mengatakan penyidik sudah menerima surat permohonan pengalihan penahanan menjadi tahanan kota dari pengacara Ratna.

“Setelah dianalisis dan dievaluasi, permohonan tersebut belum dapat dikabulkan. Alasannya masih dalam proses sidik. Seperti kemarin contoh, masih perlu pemeriksaan tambahan karena kita mendapatkan pemeriksaan saksi, lalu kita cross-check. Jadi ada pemeriksaan-pemeriksaan tambahan. Jadi belum bisa dikabulkan,” katanya.

Sebelumnya, kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin mengajukan surat permohonan pengalihan penahanan kliennya menjadi tahanan kota kepada penyidik Polda Metro Jaya, Senin (8/10). Permohonan pengalihan tahanan kota diajukan dengan alasan kemanusiaan. Keluarga khawatir kesehatan Ratna yang sudah berusia 69 tahun itu akan memburuk, apabila harus mendekam di penjara. Selain itu, Ratna juga harus mengonsumsi obat agar kondisinya tetap bugar.

Pihak keluarga dan kuasa hukum menjamin Ratna tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatannya. Keluarga juga menjamin Ratna akan kooperatif.

Penyidik telah menetapkan Ratna sebagai tersangka dan telah ditahan. Polisi menjeratnya dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Baca Juga : Kuasa Hukum Ruben Sebut Seharusnya Bengkel Susu Disingkat Bengsu

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024