Tiga Pejabat Manggarai Ditangkap karena Judi Remi, Penasihat Hukum
Tiga Pejabat Manggarai Ditangkap karena Judi Remi, Penasihat Hukum Minta Penangguhan

Tiga Pejabat Manggarai Ditangkap karena Judi Remi, Penasihat Hukum Minta Penangguhan

TRIBUNNEWS.COM, RUTENG – Penasihat hukum tiga pejabat Manggarai dan dua warga yang ditangkap Polres Manggarai, Jance Janggat angkat bicara soal kasus yang menimpa kliennya.

“Dari lima tersangka empat sudah ditahan sejak Sabtu (8/9/2018) dan satu masih menjalani perawatan di RSUD Ruteng karena sakit,” ujar Jance saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Minggu (9/9/2018) siang.

Jance menjelaskan, tersangka yang sakit bernama MG . Empat lainnya sudah ditahan. Tiga ASN dan duanya swasta,” katan Jance.

Ia menjeaskan, sebagai kuasa hukum dirinya akan mengajukan permohonan penangguhan. “Mereka sudah ditahan ada empat orang dan satunya masih sakit,” ujar Jance.

Ia menegaskan, kliennya sangat menghargai proses hukum tapi keluarga meminta ada penangguhan penahanan.

“Dalam satu dua jam ke depan saya akan ajukan penangguhan penahanan atas lima tersangka,” papar Jance.

Sebelumnya, Polres Manggarai melakukan penangkapan terhadap tiga orang pejabat lingkup Pemkab Manggarai saat berjudi kartu remi di Dongang, Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Jumat (7/9/2018) malam.

Sebelumnya, tiga pejabat Manggarai yang ditangkap yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai, Marsel Gambang, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kab.

Manggarai, Yos Jehalut, Kabid Pada Badan Keuangan Daerah Kabupaten Manggarai, Stefanus Efendi.
Selain tiga pejabat lingkup Pemkab Manggarai, Polres Manggarai juga menangkap dua warga yang ikut bersama dalam perjudian tersebut yakni Paulus Pantun dan Adrianus Sebang. Kelima pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka pada 9 September 2018.

Empat tersangka langsung ditahan dan menjalani pemeriksaan lanjutan, sedangkan satu tersangka tidak ditahan karena menjalani perawatan di RSUD Ben Mboi Ruteng atas nama Marsel Gambang.

Demikian penjelasan Kapolres Manggarai, AKBP Cliffry Steiny Lapian, SIK kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Minggu (9/9/2018) siang.

Ia menjelaskan, Polres Manggarai akan tetap menangani kasus secara profesional dan sesuai prosedur.

Baca Juga : Mesir hukum mati 75 orang karena terlibat demo pada 2013

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024