PPATK Paparkan Transaksi Mencurigakan Pilkada 2018, Segini Jumlahnya
PPATK Paparkan Transaksi Mencurigakan Pilkada 2018, Segini Jumlahnya

PPATK Paparkan Transaksi Mencurigakan Pilkada 2018, Segini Jumlahnya

JawaPos.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mendeteksi adanya aliran transaksi mencurigakan yang diduga terkait dengan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018. Meskipun Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin tidak langsung memastikan adanya tindak pidana dari hal tersebut

“Ada 53 laporan transaksi transfer yang mencurigakan dan 1066 transaksi uang tunai. Sekali lagi supaya tidak salah, bukan berarti itu pasti pidana ya,” kata Kiagus di acara pemaparan pencegahan dan pemberantasan pencucian uang di Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/3).

Menurut Kiagus, transaksi mencurigakan itu masuk ke dalam bagian Pilkada 2018.

“Jadi itu adalah laporan transaksi keuangan yang masuk ke dalam parameter atau kriteria terkait dengan Pilkada,” tambahnya.

Kiagus mengatakan, transaksi keuangan itu menjadi mencurigakan karena tidak sesuai dengan karakter si pelaku transaksi. Seperti misalnya transaksi berulang-ulang dengan total signifikan.

“Misal pejabat dalam transaksi berulang-ulang kedapatan uang masuk yang cukup signifikan. Atau dia diduga hasil kejahatan atau ada upaya untuk memecah-mecah transaksinya supaya tidak masuk dalam kategori yang harus dilaporkan atau itu memang dicurigai oleh PPATK,” ujar dia.

Terkait detail temuan tersebut, Kiagus menegaskan, data dari lembaganya bersifat intelijen. Sehingga data itu merupakan konsumsi untuk pihak penegak hukum.

“Karena kita itu data sifatnya masih data intelijen, tentu kita tidak dapat menyebutkan siapa, di mana dan berapa uangnya,” jelas Kiagus.

Baca Juga : Penuhi Panggilan Polisi, Presiden PKS Tegaskan Taat Hukum

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023