Taufik Kurniawan Apresiasi Komnas HAM Bentuk Tim Pemantau
Taufik Kurniawan Apresiasi Komnas HAM Bentuk Tim Pemantau Kasus Novel

Taufik Kurniawan Apresiasi Komnas HAM Bentuk Tim Pemantau Kasus Novel

Detik.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan mengapresiasi langkah Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) yang membentuk tim pemantau untuk menangani kasus penyerangan kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Ia berharap, tim Pemantau ini dapat mengawal penanganan kasus ini sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Secara pribadi, saya mengapresiasi langkah Komnas HAM membentuk Tim Pemantau ini. Harapannya, penanganan kasus saudara Novel dapat segera selesai dan ditangani sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Apalagi sampai saat ini, belum ada titik terang siapa pelaku dari penyerangan itu,” kata Taufik dalam keterangannya kepada detikcom, Minggu (11/3/2018).

Taufik mendorong Tim Pemantau yang dibentuk pada Jumat (9/3/2018) dapat bekerja secara profesional mengawal penanganan kasus penyerangan kepada Novel Baswedan, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Ia pun mendorong seluruh pihak terkait, khususnya Polri agar lebih serius mengusut kasus yang terjadi hampir setahun lalu itu.

“Kasus ini sudah terjadi cukup lama dan mendapat perhatian masyarakat luas. Namun sampai saat ini pelakunya belum ditemukan. Kami berharap Tim Pemantau ini juga mendorong dan membantu tim penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyerangan itu,” harap politisi F-PAN itu.

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Tim Pemantauan Kasus Novel Sandrayati Moniaga mengatakan, pembentukan tim pemantauan tersebut karena Komnas HAM melihat penanganan kasus ini terkesan berlarut. Penanganan kasus Novel sudah memasuki hari ke-333, namun belum menemukan titik terang.

Lanjut Sandrayati, pembentukan tim tersebut berdasarkan pada Pasal 89 ayat (3) UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia yang mengatur tentang mandat pemantauan pelaksanaan HAM. Dengan adanya tim ini, Komnas HAM akan mendorong adanya percepatan penanganan kasus Novel Baswedan sesuai dengan kewenangan Komnas HAM.

Tim akan bertugas sampai dengan tiga bulan ke depan, terhitung sejak 7 Februari 2018. Hasil kerja tim akan disampaikan pada Sidang Paripurna Komnas HAM dan kepada stakeholders terkait.

Selanjutnya, tim akan memfokuskan tugasnya untuk memastikan bahwa proses hukum terhadap teror atas Novel Baswedan berjalan sesuai koridor HAM, prinsip hukum fair trial, dan mengungkap hambatan-hambatan yang dialami dalam proses hukum.

Tim juga akan melakukan upaya optimal dalam mendorong penegakan keadilan dan pengungkapan kebenaran. Untuk mewujudkannya, tim akan bekerja secara terbuka dan bekerja sama dengan semua pihak terkait, termasuk Presiden, Kepolisian, KPK, organisasi HAM, dan masyarakat.

Baca Juga : Tak Ada Terjemahan Resmi KUHP, Penegakkan Hukum Jadi Berbeda

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023