Metrotvnews.com, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak mau ambil pusing soal gugatan praperadilan tersangka Fredrich Yunadi. Lembaga Antikorupsi menegaskan, semua proses yang berjalan dari mulai penyelidikan hingga penyidikan sesuai koridor hukum.
“Saya kira begini saja Kami yakin seluruh proses formil yang dilakukan oleh KPK dalam proses penyelidikan dan penyidikan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 31 Januari 2018.
Febri kembali memastikan, penetapan Fredrich dan dokter RS Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo dilakukan dijalur hukum. KPK yakin keduanya terlibat dalam drama ‘penyelematan’ terdakwa Setya Novanto.
“Buktinya juga sangat kuat dugaan bahwa ada perbuatan-perbuatan menghalangi halangi penanganan kasus KTP-el itu sudah kita miliki buktinya,” ujar dia.
Di sisi lain, Febri mengatakan tidak ada yang berbeda dalil gugatan Fredrich dengan gugatan praperadilan lainnya. Salah satunya, poin gugatan Fredrich yakni soal prosedur penetapan status tersangka.
“Itu paradigma yang menurut kami tentu saja tidak tepat karena Undang-undang KPK itu sifatnya khusus di pasal 44 undang-undang KPK. Itu yang pertama,” ucapnya.
“Jadi setiap penyelidikan kita temukan alat bukti dan kalau alat buktinya sudah ada minimal dua tapi pasti lebih dari dua kita tingkatkan ke penyidikan sekaligus menetapkan tersangka jadi frame berpikir bahwa KPK melakukan penyidikan kemudian baru menetapkan tersangka itu keliru,” tandas Febri.
Baca Juga : Pengacara Novanto Minta Kesaksian Gamawan Dan Diah Jadi Fakta Hukum