Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017
16 Nov 2016

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

Sebagai kegiatan rutin Kongres Advokat Indonesia (KAI), Presiden KAI Adv. Tjoetjoe S Hernanto dan Sekretaris Jenderal Adv. Aprillia Supaliyanto, kali ini melakukan Comparative Study dari tanggal 12-18 November 2016.

Yang dipilih sebagai tempat studi banding adalah negeri sakura. Di bulan peak season saat musim gugur ini KAI mendapat kehormatan menjadi tamu organisasi tingkat nasional Jepang yaitu Japan Federation of Bar Association (JFBA) diterima oleh Vice Presiden JFBA Satoru Kohdera Sensei, Chairperson, Program Committee Member, Organizing Commitee Law Asia Kimitoshi Yabuki Sensei, Deputy Secretary General Organizing Commitee Law Asia Yosuke Shimamura Sensei.

Bagaimana JFBA mengatur dan mendanai organisasinya serta sampai dapat mempunyai gedung sendiri di ring satu Tokyo karena lokasinya dekat dengan istana Kaisar Jepang.

Juga menjadi bahan pembicaraan yang seru diantara kedua organisasi advokat tersebut, termasuk tentang sistem pendidikan, sistem rekruitmen dan juga membahas tentang bentuk organisasi yg ada di Japan dan Indonesia.

Setelah mengadakan diskusi tentang kondisi organisasi advokat Indonesia saat ini serta beberapa persoalan hukum di tanah air, Presiden KAI Adv. Tjoetjoe S Hernanto dan Satoru Kohdera Sensei saling bertukar cindera mata dan foto bersama, serta JFBA dan KAI sepakat utk bertemu lagi dalam acara LawAsia yang akan diadakan pada tahun 2017 di Tokyo.

Keesokan harinya, tanggal 14 November 2016, delegasi KAI yang terdiri para petinggi KAI yaitu Adv. TM. Luthfi Yazid, Adv. Heru S Notonegoro, Adv. Erman Umar dan Adv. Sugeng Aribowo meluncur ke kota yang terkenal dengan keindahannya yakni Kyoto. Di kota ini KAI juga mendapat kehormatan sebagai tamu khusus dari Pengadilan Negeri Kyoto (Kyoto District Court) yang langsung diterima oleh ketua pengadilan Kyoto, Ishii Hiroaki. KAI diberi kesempatan untuk mempelajari system peradilan di Jepang, berkunjung ke ruang sidang, ruang panitera, ruang mediasi/wakai dan bertatap muka dengan sejumlah panitera. KAI mendapat pelajaran banyak, bagaimana menciptakan sebuah system peradilan yang efisien dan efektif (efficient and effective judiciary) dalam penanganan perkara, baik perdata, pidana dan sebagainya. Setelah habis diskusi dengan ketua pengadilan, Presiden KAI menyampaikan terimakasih, saling memberikan cindera mata dan foto bersama sebagai tanda persahabatan.

Masih pada hari yang sama, KAI sekali lagi mendapat keistimewaan menjadi tamu khusus dari Kyoto Bar yang langsung diterima oleh Vice President Kyoto Bar beserta para petingginya. Di Kyoto Bar juga Presiden KAI memberikan kata sambutan dan pidatonya, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang keadaan organisasi advokat, bagaiamana system iuran para lawyer baik kepada JFBA, Kyoto Bar maupun organisasi advokat di berbagai prefecture atau provinsi lainnya. KAI juga mempelajari bagaimana Alternative Dispute Resolution yang dikenal dengan Wakai dan Chottei dapat berhasil dengan baik di negeri Jepang, sehingga sengketa diselesaikan secara damai dan win-win. Karena Kyoto Bar Association juga memiliki gedung yang megah sendiri, sebagaimana JFBA, KAI juga menanyakan bagaimana system yang mereka bangun dan sebagainya.

Presiden KAI mengaku kaget ketika mengetahui usia Kyoto Bar Association ternyata telah mencapai 123 tahun. Memiliki building sendiri, pengurusnya hanya menjabat 1 tahun saja dan mereka menerima gaji dengan jumlah yang tidak sedikit.

KAI masih mempunyai banyak agenda penting lainnya selama di Jepang, diantaranya akan bertemu dengan sejumlah pengusaha dimana KAI mengajak pengusaha Jepang untuk tidak ragu berinvestasi di Indonesia, sebab Indonesia adalah pasar yang penting bagi Jepang, dan reformasi hukum terutama di bidang investasi akan terus dilakukan. Selain itu, KAI masih akan bertemu dengan sejumlah guru besar serta orang-orang penting lainnya di Jepang dengan harapan akan membawa manfaat bagi perbaikan KAI kedepan, serta perbaikan hukum di tanah air. KAI berencana melanjutkan kegiatan rutin seperti ini ke berbagai negara lainnya dalam waktu dekat.

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

Comparative Study KAI ke Negeri Sakura | Dalam Rangka Persiapan Perubahan UU Advokat 2017

(Kongres Advokat Indonesia)

2 Responses

Leave a Reply