Kisruh Organisasi Advokat, Presiden KAI: Pemerintah Harus Hadir - Kongres Advokat Indonesia
presiden kongres advokat indonesia

Kisruh Organisasi Advokat, Presiden KAI: Pemerintah Harus Hadir

Viva – Pemerintah diminta hadir dan bisa mendengarkan aspirasi organisasi advokat yang terlanda kisruh. Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI), Tjoetjoe Sandjaja Hernanto menyampaikan menteri terkait mesti berperan dan bisa merangkul semua organisasi advokat.

“Jika saya menteri, saya akan sambangi seluruh organisasi advokat. Dan, mendengarkan serta mengakomodir berbagai keluhan serta aspirasi mereka,” kata Tjoetjoe saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KAI 2022 di Bali seperti disampaikan dalam keterangannya, Senin, 30 Mei 2022.

Menurut dia, pemerintah dalam hal yaitu Menteri Hukum dan HAM serta Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan tidak duduk bareng dengan organisasi advokat. Kondisi itu membuat pemerintah tak tahu aspirasi serta kebutuhan di dunia advokat.

Dia menekankan, KAI berupaya mengundang pejabat perwakilan dua kementerian tersebut untuk hadir dalam rakernas di Bali. Tapi, dari keterangan panitia, perwakilan kedua instansi itu tak dapat hadir di acara rakernas yang digelar cukup megah itu.

“Menteri yang mewakili pemerintah harus hadir di tengah-tengah advokat agar tahu persoalan di dunia advokat dan mencarikan solusinya. Itulah cara merangkul yang tepat,” jelas Tjoetjoe.

Dia menyoroti saat ini praktik di lapangan bahwa sistem organisasi advokat di Tanah Air bersifat multibar. Dengan sistem itu, terdapat banyak organisasi advokat. Menurut dia, sesuai pembahasan di rakernas, KAI ingin semua organisasi hanya memiliki satu regulator. “Kami di KAI ingin semua organisasi ini memiliki satu regulator yang sama sehingga aturan-aturan di dunia organisasi advokat dapat perlakuan setara,” tuturnya.

Bagi Tjoetjoe, dengan regulator ini nanti akan mengatur semua kebijakan organisasi advokat. Hal ini termasuk di dalamnya menerapkan satu kode etik, satu Dewan Kehormatan, satu standar profesi advokat, satu Komisi Pengawas Advokat, satu standar pendidikan advokat (termasuk pendidikan lanjutan), hingga satu standar kompetensi advokat.

Dia menambahkan dengan regulator tunggal yang diusung KAI diharapkan bisa menihilkan kemungkinan adanya advokat. Ia menyinggung agar tidak ada seenaknya oknum pindah organisasi karena melakukan pelanggaran etik di organisasi yang lama.

“Adanya satu regulator dengan tetap multi organisasi, dunia advokat akan terhindar dari muatan kepentingan pribadi oleh pimpinan sebuah organisasi advokat, sehingga politisasi terhadap anggota bisa dihilangkan,” jelas Tjoetjoe.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024