KAI Larang Advokatnya Bedakan Pelayanan 'Berbayar' & 'Gratis' - Kongres Advokat Indonesia
Henry Indraguna

KAI Larang Advokatnya Bedakan Pelayanan ‘Berbayar’ & ‘Gratis’

Vice president Kongres Advokat Indonesia (KAI) Dr(c), K.P, Henry Indraguna, SH., MH.,C.I.L., C.I.L., C.Med menegaskan bahwa seorang advokat dilarang membedakan pelayanan kepada masyarakat yang berbayar dengan tidak berbayar.

Hal ini disampaikannya kepada wartawan, jelang pelantikan puluhan advokat di Laras Asri Resort and Spa, Salatiga, Minggu (28/11) kemarin.

Turut hadir dalam pelantikan itu, Pengurus KAI pusat, Provinsi Jateng hingga Kota Salatiga. Hadir pula Ketua DPC KAI se-Jateng, serta pejabat Forkopinda se-Salatiga atau yang mewakili.

Pelantikan ke-28 Advokat melalui Sidang Terbuka Dewan Pimpinan Pusat Kongres Advokat Indonesia.

Diungkapkan Henry Indraguna, pada dasarnya profesi Advokat tidak boleh membedakan antara yang tidak berbayar dengan berbayar.

“Membeda-bedakan antara tidak berbayar dengan berbayar, jangan sampai terjadi. Kalau ada masyarakat yang tidak mampu dan harus membantu ‘ya’ bantu dengan sepenuh hati,” kata Pria kelahiran Bandung, 29 Agustus 1973 yang lalu (47 tahun), ini lugas.

pelantikan advokat jawa tengah kongres advokat indonesia

Ia mengingatkan, agar seorang Advokat harus sepenuh hati membantu ke orang yang tidak berbayar dengan orang yang berbayar, harus sama.

Hanry yang seorang pengusaha, konsultan hukum serta politikus di Indonesia dan memiliki firma hukum Henry Indraguna & Partners (HIP) yang berpusat di Jakarta dan Bandung itu, mengaku bangga dengan pelantikan kali ini.

Pasalnya, antusiasme peserta yang dikabulkan khususnya di Kota Salatiga sangat luar biasa.

Meski sempat tertunda karena pandemi Covid-19, pelantikan terhadap 28 orang Advokat baru melalui Kongres Advokat Indonesia (KAI) adalah tingkah Provinsi Jawa Tengah .

Dipusatkan di Salatiga, ia menerangkan hal tersebut tidak lain lantaran animo peserta yang dilantik dari Salatiga luar biasa.

“Kita juga melihat, perkembangan KAI di Kota Tertoleran ini cukup baik dengan peminat luar biasa,” tandasnya.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, peserta pelantikan Advokat juga melalui tahapan swab.

“Harapannya, KAI di Salatiga berkembang pesat serta bisa melindungi, membantu masyarakat dan tidak membeda-bedakan,” pungkasnya. RMOL

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dr. Umar Husin: Keterwakilan Jadi Keunggulan Sistem Presidium Jika Diterapkan di Organisasi Advokat
May 26, 2024
Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024