Terkait Video Syur, Gisel Dijerat Pasal Pornografi, Advokat Hukum Henry Indraguna Beri Tanggapan

TRIBUNNEWS.COM – Artis Gisella Anastasia atau disapa Gisel resmi jadi tersangka terkait video syur.

Polisi menjerat Gisel dengan beberapa pasal, satu di antaranya Pasal 4 UU No 4 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Diketahui, kata ‘membuat’ dalam pasal ini menuai polemik pada warganet sosial media.

Karena sebelumnya Gisel mengaku video itu untuk kepentingan pribadinya.

Pengacara atau advokat hukum kondang ibu kota Jakarta, Henry Indraguna memberikan tanggapannya terkait pasal yang dijerat pada Gisel ini, Rabu (30/12/2020).

“Ini kan kepentingan pribadi, itu kan dilindungi Hak Asasi Manusia, boleh kok menyimpan sendiri, sah-sah saja.”

“Yang membuat untuk kepentingan pribadi ini adalah korban sebenarnya,” ucap Henry kepada Tribunnews, Rabu (30/12/2020).

Henry menegaskan kata membuat dalam pasal itu perlu diperdalam dan diperjelas lagi maknanya.

“Kata membuat ini perlu dijelaskan lagi, akhirnya tidak terjadi multitafsir,” tegas Henry.

Henry menuturkan jika kasus Gisel bisa saja bernasib sama dengan perkara vokalis grup band berinisial (A).

Menurutnya, saat perjalanan sidang nanti, majelis hakim bisa saja mengacu pada putusan hakim (Yurisprudensi) perkara vokalis grup band inisial A itu.

“Yang kita khawatirkan nanti, pertimbangannya mengacu pada yurisprudensi terkait pasal masalahnya Ariel.”

“Kalau pertimbangannya mengacu pada putusannya Ariel, ya pasti putusannya akan bersalah,” ucap pengacara yang beberapa kali menangani kasus artis itu.

Henry melihat pada kasus video ini, dugaannya Gisel tidak menyebarluaskan.

“Kalau si pembuat ini dia tidak menyebarkan, membuat menyimpan di handphonenya, kemungkinan dia bebas,” ucapnya.

Penyebar video syur ini akan dikenai pasal pada UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Berbeda jika nantinya, terbukti Gisel menyebarluaskan video, ia bisa dijerat dengan pasal UU ITE.

“Makanya, menyebarkan pertama ini lah yang kena UU ITE.”

“Terkecuali si artis G ini dia pertama membuat, dia menyebarkan kepada teman-temannya, nah masuk pasalnya UU ITE,” kata Henry.

Dikabarkan, Gisel dulunya sempat mengirimkan video ini ke MYD.

Menurut Henry, itu bukan termasuk tindakan penyebarluasan.

“Tidak bisa dikenai UU ITE, kecuali dia menyebarluaskan ke lebih dari satu orang, ya sudah kena dia,” tutur Henry.

Gisel Disebut Sempat Transfer Video Syur Kepada MYD Lewat Handphone, Berikut Penjelasan Polisi

Diberitakan Tribunnews sebelumnya, Gisella Anastasia mengakui bila dirinya merupakan pemeran perempuan dalam video syur yang viral beberapa waktu lalu.

Kepada penyidik kepolisian Gisel mengaku merekam aksi hubungan ini dengan pria berinisial MYD untuk keperluan pribadi.

“Kalau ditanya pasti jawabannya untuk pribadi,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi Tribunnews.com, Selasa (29/12/2020).

“Kan nggak mungkin dia bilangnya untuk jualan,” lanjutnya sembari tertawa.

Meski direkam dengan niat untuk koleksi pribadi, Yusri mengatakan mantan istri Gading Marten itu disangkakan pasal karena ada unsur pidana ketika videonya tersebar.

“Tapi kan yang terjadi unsur pasalnya adalah sampai ke publik kan, itulah yang buat jadi tersangka,” jelasnya.

Polisi pun mengungkap bila Gisella Anastasia sempat mentransfer video syur tersebut kepada MYD.

Kombes Pol Yusri Yunus menyebut, Gisel mengirim video syur ke MYD melalui suatu aplikasi.

“Ada sempat transfer kepada saudara MYD dari GA, melalui suatu aplikasi ke handphone milik saudara MYD,” ujarnya, dikutip dari siaran langsung YouTube Kompas TV, Selasa (29/12/2020).

Namun, Yusri belum bisa menjelaskan soal penyebaran video syur itu melalui handphone Gisel atau tidak.

“Apakah memang (video) dari handphone dia yang katanya rusak, kemudian dititipkan kepada saudaranya itu tersebar.”

“Atau setelah dipegang selama seminggu kalau pengakuan dari MYD,” katanya.

Kombes Pol Yusri Yunus juga telah mengungkapkan profesi dari MYD.

Ia mengatakan, MYD yang menjadi pemeran video syur itu bukan sebagai figur publik.

Namun, pria tersebut diketahui sebagai seorang pekerja wiraswasta.

“Kerjanya dia (MYD) itu wiraswasta ya, bukan (figur public),” ujarnya, dikutip dari Kompas.com, Selasa.

Kombes Pol Yusri Yunus tidak menjelaskan secara merinci mengenai identitas MYD.

Polda Metro Jaya berencana kembali memanggil Gisella Anastasia dan MYD sebagai tersangka.

“Kita akan memanggil kembali saudari GA dan saudara MYD untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka ini,” ujar Yusri, dikutip dari Kompas.com, Selasa.

Mengenai waktu pemanggilan, Yusri menyebut akan diagendakan dan dilakukan secepatnya.

“Secepatnya akan kita lakukan pemanggilan,” jelasnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Gisella Anastasia terancam hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara.

“Ini kita sangkakan di pasal 4 ayat 1 juncto pasal 29 dan atau pasal 8 uu no 44 tentang pornografi,” ujar Yusri Yunus.

“Hukumannya paling rendah 6 tahun paling tinggi 12 tahun,” jelasnya.

Leave a Reply