KPK Periksa Wakil Ketua PN Surabaya soal Kasus Hakim Itong - Kongres Advokat Indonesia

KPK Periksa Wakil Ketua PN Surabaya soal Kasus Hakim Itong

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Dju Johnson Mira Mangngi.
Ia akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara dengan tersangka Itong Isnaeni Hidayat selaku hakim di PN Surabaya.

“Pemeriksaan dilakukan di ruang pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Jatim,” ujar Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Jumat (11/2).

Belum diketahui keterkaitan Dju Johnson dalam kasus ini. Ali belum menginformasikan materi yang hendak didalami penyidik dari yang bersangkutan.

Hanya saja, pada hari ini KPK juga memanggil empat saksi lain. Yakni Michael Christ Harianto dan Yeremias Jeri Susilo selaku advokat; Staf Akunting PT Teduh Karya Utama, Hervien Dyah Oktiyana; dan pengacara di Kantor Advokat RM. Hendro Kasiono, Lilia Mustika Dewi.

“Para saksi akan diperiksa untuk tersangka IIH [Itong Isnaeni Hidayat],” kata Ali.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Panitera Pengganti pada PN Surabaya bernama Hamdan dan pengacara PTSoyu Giri Primedika (SGP) Hendro Kasiono sebagai tersangka.

KPK menduga ada janji uang sebesarRp1,3 miliar untuk mengurus kepentingan Hendro tersebut. Diantaranya agar PT SGP dinyatakan dibubarkan dengan nilai aset yang bisa dibagi sejumlah Rp50 miliar.

Namun, baru ada uang sebagai realisasi awal janji tersebut sejumlah Rp140 juta yang ditemukan dan disita tim KPK saat Operasi Tangkap Tangan (OTT), Kamis (20/1). Suap melibatkan Hamdan sebagai perantara.

Lebih lanjut, lembaga antirasuah juga menduga Itong menerima pemberian lain dari pihak-pihak yang berperkara di PN Surabaya. Hal ini masih didalami KPK.

Dalam penanganan perkara ini, penyidik KPK sudah menyita barang bukti berupa dokumen.

Sementara itu, Itong telah membantah temuan KPK tersebut. CNNINDONESIA

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024