Jokowi Bilang Akan Cawe-cawe di Pilpres 2024, Btw Apa itu Cawe-cawe? - Kongres Advokat Indonesia

Jokowi Bilang Akan Cawe-cawe di Pilpres 2024, Btw Apa itu Cawe-cawe?

Tagar “Cawe” dan “Cawe-cawe” trending di media sosial Twitter. Tagar tersebut muncul usai pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang blak-blakan akan cawe-cawe jelang Pemilu 2024.

Namun, apakah detikers tahu cawe-cawe artinya apa? Adakah hubungannya dengan cewek-cewek? Daripada salah tafsir, mending langsung simak penjelasan tentang arti cawe-cawe yang disebut Presiden Jokowi berikut ini!

Apa Itu Cawe-cawe?

Istilah “cawe-cawe” trending gegara Presiden Jokowi. Frasa tersebut ia sebutkan tatkala berjumpa dengan para pemimpin redaksi sejumlah media serta content creator seperti Akbar Faisal, Helmy Yahya, dan Arie Putra, di Istana Negara, Senin (29/5/2023).

“Demi bangsa dan negara saya akan cawe-cawe, tentu saja dalam arti yang positif,” ucap Jokowi, dikutip dari detikNews.

“Saya tidak akan melanggar aturan, tidak akan melanggar undang-undang, dan tidak akan mengotori demokrasi,” imbuhnya.

Alasan Jokowi turut cawe-cawe adalah supaya Indonesia bisa segera menjad negara maju dalam kurun waktu 13 tahun. Berdasarkan penuturan Jokowi, penting bagi dirinya untuk turut cawe-cawe para calon presiden RI supaya terpilih kandidat terbaik untuk membawa Indonesia menuju next level.

Pengertian Cawe-cawe

Dari tadi selalu muncul istilah cawe-cawe, tapi apa pengertian sebenarnya? Adakah kaitannya dengan cewek atau hal-hal kurang senonoh? Ternyata tidak ada hubungan dengan kedua hal tersebut, ya, detikers!

Jika dilihat dalam KBBI, cawe-cawe ternyata dapat ditemukan di dalamnya. Istilah tersebut terdaftar sebagai verba atau kata kerja yang berasal dari bahasa Jawa.

Adapun pengertian cawe-cawe berdasarkan KBBI adalah “ikut membantu mengerjakan, membereskan, atau merampungkan” maupun “ikut menangani”.

Contoh penggunaannya dalam kalimat seperti “Untuk mengatasi kepincangan generasi muda, kita yang tua-tua hendaknya turut cawe-cawe mengatasinya.”

Hal tersebut senada dengan penjelasan Guru Besar Ilmu Linguistik UGM Prof I Dewa Putu Wijana. Ia mengatakan, cawe-cawe merupakan kata dari bahasa Jawa yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia.

“Cawe-cawe itu adalah kata bahasa Jawa yang maknanya ‘ikut serta dalam menangani sesuatu’,” kata Putu Wijayana, Rabu (31/5/2023), dikutip dari detikJateng.

Lebih lanjut, Putu Wijayana menerangkan bahwa kata cawe-cawe umum digunakan dalam tuturan-tururan santai percakapan bahasa Jawa sehari-hari. Secara default atau standar, makna cawe-cawe pun bersifat netral.

Namun, tidak menutup kemungkinan maknanya bisa bergeser dari netral menjadi negatif, terlebih seperti pada situasi Presiden Joko Widodo yang merupakan seorang kepala negara.

“Sekarang sebagai kepala negara, Jokowi menggunakan istilah itu dalam artian ikut serta menangani masalah politik. Nah dalam pemakaiannya sekarang ini kata yang semula netral memungkinkan bernuansa negatif. Terutama bila diungkapkan oleh lawan politik Jokowi,” pungkas Putu Wijayana.

Keterangan Istana perihal Cawe-cawe

Diberitakan laman detikNews, pihak istana mengonfirmasi melalui sebuah keterangan tertulis bahwa maksud cawe-cawe yang disebutkan Presiden Joko Widodo mengarah ke makna positif.

Konteks ucapan Jokowi soal cawe-cawe negara dalam Pemilu adalah Presiden ingin memastikan pemilu 2024 berjalan dengan baik dan serentak tanpa meninggalkan polarisasi.

“Presiden ingin memastikan Pemilu serentak 2024 dapat berlangsung secara demokratis, jujur dan adil. Presiden berkepentingan terselenggaranya pemilu dengan baik dan aman, tanpa meninggalkan polarisasi atau konflik sosial di masyarakat,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangan tertulis, Senin (29/5/2023), dikutip dari detikNews.

Keterangan resmi dari istana juga menyebutkan, Jokowi ingin agar para peserta pemilu berkompetisi secara adil serta mampu mengawal dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis, mulai dari pembangunan IKN hingga transisi energi bersih.

Meskipun blak-blakan akan turut cawe-cawe, Bey memastikan Jokowi akan menghormati apa pun pilihan rakyat.

“Presiden akan menghormati dan menerima pilihan rakyat. Presiden akan membantu transisi kepemimpinan nasional dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kesimpulan: Cawe-cawe Artinya ‘Ikut Serta Membantu/Menangani’
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat detikers ketahui bahwa arti cawe-cawe adalah ikut serta menangani sesuatu. Istilah tersebut berasal dari bahasa Jawa yang kini sudah diserap ke dalam bahasa Indonesia.

Maknanya sendiri cenderung netral, tetapi bisa saja berubah negatif. Adapun nuansa kata cawe-cawe yang disebutkan Presiden Joko Widodo lebih mengarah ke makna positif, seperti dikonfirmasi pihak Istana.

Keterangan dari Istanda menyebutkan, Jokowi turut cawe-cawe karena ingin memastikan pemilu serentak pada 2024 serta berjalan dengan baik tanpa meninggalkan polarisasi. Semoga informasi tadi menjawab kebingunganmu, ya! DETIK

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024