Pengacara: Kepala Brigadir J Ditembak dari Belakang Tembus ke Hidung - Kongres Advokat Indonesia

Pengacara: Kepala Brigadir J Ditembak dari Belakang Tembus ke Hidung

Pengacara keluarga Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut terdapat bekas tembakan di kepala kliennya. Hal ini diketahui berdasarkan hasil otopsi tim dokter forensik terhadap jasad Brigadir J.

“Dokter yang menyatakan, jadi dokter forensik bersama-sama dokter yang mewakili kita, mereka menyatakan ini ditembak dari belakang,” kata Kamaruddin, Minggu (31/7).

Kamaruddin mempertanyakan pernyataan Polri yang menyebut ada peristiwa baku tembak di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo. Namun, berdasarkan hasil otopsi, diduga Brigadir J ditembak dari belakang.

Dia memastikan, dugaan adanya tembakan di belakang kepala Brigadir J berdasarkan hasil otopsi tim dokter. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kata Kamaruddin, pihaknya juga telah mencatat bukti tersebut ke dalam akta notaris.

“Dicatat oleh dokter kita itu ditembak dari belakang, ini catatan mereka di dalam ruang operasi itu kita tuangkan ke dalam akta notaris, sekiranya ada apa-apa dari dokter ini, ini sudah ada akta notaris,” tegas Kamaruddin.

“Ini sebuah pengakuan dokter dari tim keluarga dan dokter dari Polri, bersama-sama mereka di dalam itu, jadi apa yang ada di dalam dicatat,” sambungnya.

Kamaruddin mengutarakan, tim dokter perwakilan dari keluarga juga turut memastikan lubang yang ada di bagian kepala Brigadir J. Dia menyebut, lubang tersebut tembus hingga ke hidung.

“Ukuran lubangnya semua dicatat dan mereka ukur, dokter yang mewakili kita dan tenaga medis. Jadi bukan karang-karangan daripada wakil kita itu,” cetus Kamaruddin.

Oleh karena itu, Kamaruddin membantah bahwa Brigadir J melakukan tembak-menembak dengan Bharada E. Dengan dasar ini, dia menduga Brigadir J ditembak dari belakang, bukan karena aksi tembak menembak.

“Ada lubang di belakang itu, lubangnya itu ditusuk tembus ke hidung. Artinya tembakan itu tegak lurus ke hidung, makanya hidungnya itu ada jahitan dua, pelurunya tembus ke luar dari hidung. Ini yang kami bantah tembak-menembak dari atas,” pungkas Kamaruddin.

Sebelumnya terkait berbagai pernyataan dari Kamaruddin, Polri meminta kepada pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J untuk berbicara sesuai kompetensinya. Sehingga tidak membuat beragam spekulasi terkait kematian Brigadir J.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan spekulasi yang belum bisa dibuktikan kebenarannya, justru akan membuat kasus ini semakin keruh. “Semua orang yang menyampaikan seperti pengacara, pengacara menyampaikan ya sesuai dengan expert pengacaranya, sesuai dengan hukum acaranya,” ungkap Dedi Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Sabtu (23/7).

“Jangan berspekulasi tentang luka, tentang benda ini benda itu, itu nanti expert yang menjelaskan,” sambungnya.

Dedi memastikan kasus penembakan terhadap Brigadir J akan segera diungkap dengan proses pembuktian secara ilmiah.Menurut dia, Tim Khusus yang dibentuk Kapolri Jendera Listyo Sigit Prabowo masih bekerja.

“Permasalahan ini sebenarnya akan segera diungkap oleh Timsus (Polri) ini,” tegasnya. JAWAPOS

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024