CCTV Ditemukan, Ini 5 Fakta Kasus Penembakan Brigadir Joshua - Kongres Advokat Indonesia

CCTV Ditemukan, Ini 5 Fakta Kasus Penembakan Brigadir Joshua

Kasus polisi tembak polisi di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif, Irjen Pol Ferdy Sambo masih terus bergulir. Terbaru, tim khusus yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengklaim bahwa CCTV di rumah tersebut sudah ditemukan.

Tim khusus bentukan Kapolri tersebut mengklaim CCTV yang ditemukan menggambarkan konstruksi kasus dugaan pencabulan terhadap istri Ferdy Sambo, yang berujung penembakan Brigadir J.

Padahal, sebelumnnya CCTV tersebut sempat disebut hilang dan dinyatakan rusak oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.

Namun, karena terdapat kejanggalan dalam kasus tersebut, maka kasus penembakan itu dilakukan pemeriksaan lanjutan. Hal ini terbukti dengan pembentukan tim khusus yang akan memeriksa kejadian penembakan yang menewaskan Brigadir J.

Lantas, seperti apa fakta-fakta rekaman CCTV penembakan Brigadir J di rumah Kadiv Propam yang saat ini sudah ditemukan tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

  1. CCTV tengah diperiksa laboratorium digital forensik

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa CCTV yang sebelumnya dinyatakan rusak tersebut tengah diperiksa laboratorium digital forensik.

“Tim ini bekerja maksimal kita sudah menemukan cctv yang bisa mengungkap secara jelas tentang konstruksi kasus ini. CCTV ini sedang didalami oleh tim khusus,” kata Dedi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/7/2022) malam.

  1. Hasil CCTV akan diungkap

Irjen Pol Dedi Prasetyo berjanji bahwa pihaknya akan mengungkap hasil analisis terhadap rekaman CCTV, setelah proses penyidikan yang dilakukan tim khusus telah selesai nantinya.

“Nanti akan dibuka apabila seluruh rangkaian proses penyidikan yang dilakukan tim khusus sudah selesai. Jadi biar tidak sepotong-potong, kita akan menyampaikan secara komprehensif,” katanya.

  1. CCTV di sekitar TKP rusak

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto sebelumnya menyebut bahwa CCTV yang ada di sekitar rumah kediaman Ferdy Sambo rusak.

Sehingga pihaknya menyebut bahwa rekaman terkait detik-detik penembakan terhadap Brigadir J yang diduga dilakukan oleh Bharada E tidak ditemukan.

“Kami juga mendapatkan bahwa di rumah tersebut memang kebetulan CCTV-nya rusak sejak dua minggu lalu. sehingga tidak dapat kami dapatkan,” kata Budhi di kantornya, Selasa (12/7/2022).

  1. Sebanyak tiga pejabat dinonaktifkan

Dari insiden tersebut menyebabkan tiga pejabat dinonaktifkan. Sejauh ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menonaktifkan tiga pejabatnya, yaitu Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, Karo Paminal Div Propam Polri Brigjen Pol Hendra Kurniawan, dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi.

  1. Menjaga objektivitas

Diketahui, buntut dari kasus tersebut yang menyebabkan dinonaktifkannya tiga pejabat Polri ini dilakukan guna menjaga objektivitas, transparan, dan akuntabilitas Polri dalam menangani hal tersebut. SUARA

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023