Inilah Profil MSA, Putra Kiai Jombang yang DPO Dugaan Pencabulan - Kongres Advokat Indonesia
MSA putra kiai jombang dugaan kasus pencabulan

Inilah Profil MSA, Putra Kiai Jombang yang DPO Dugaan Pencabulan

Siapa MSA anak kiai Jombang? Seorang anak kiai Jombang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena kasus pencabulan. Hingga kini, pria tersebut masih bebas berkeliaran.

Diketahui, anak kiai Jombang tersebut berinisial MSA. Ia adalah tersangka pencabulan pada santriwati di Ponpes Shiddiqiyyah, Jombang. Berikut informasi tentang MSA.

Siapa MSA Anak Kiai Jombang? Tersangka Pencabulan Santriwati

Moch Subchi Azal Tsani atau MSA yang menjadi tersangka pencabulan santriwati belum juga ditangkap. Melansir dari detikJatim, Rabu (6/7/2022), MSA alias Mas Bechi sudah enam bulan menjadi DPO dan masih terus dicari polisi.

Sosok MSA: Putra Pengasuh Ponpes Shiddiqiyah

Subchi adalah putra petinggi KH Muhammad Mukhtar Mukthi, Pengasuh Ponpes Shiddiqiyah, Jombang. Ia menjabat sebagai pengasuh ponpes atau Wakil Rektor Ponpes Majma’al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyah, Desa Losari, Ploso, Jombang.

Ciri-ciri fisik Subchi adalah sebagai berikut:

  • Tinggi badan 168 cm
  • Bentuk wajah oval
  • Rambut berwarna hitam
  • Kulit sawo matang
  • Memiliki tahi lalat hitam di bawah mata dan pipi sebelah kiri

Anak Kiai Jombang MSA Adalah Ahli Metafakta

Subchi terkenal memiliki ilmu metafakta. Hal tersebut dijadikannya sebagai modus untuk mendekati para santriwati di Ponpes Shiddiqiyah, Jombang.

Sebelum melakukan aksinya, Subchi merekrut para korban untuk menjadi tim relawan kesehatan. Relawan ini akan diajari ilmu metafakta yang disebut bisa digunakan untuk proses penyembuhan. Korban juga dijanjikan akan ditransfer ilmu tersebut.

“Modusnya korban dimasukkan oleh seseorang, anak buahnya tersangka untuk menjadi salah satu tim kesehatan, metafakta,” kata pendamping korban Nun Sayuti, dikutip detikcom, Rabu (5/7/2022).

Saat seleksi tim, korban dijanjikan ditransfer ilmu. Namun, korban diminta untuk melepas semua pakaiannya agar ilmu tersebut bisa masuk. Korban sempat menolak karena hal ini tidak masuk akal.

“Nah salah satu prosedurnya melalui internal interview, saat itulah terjadi pemerkosaan,” tambah Nun.

Hingga saat ini, korban lelah melihat penanganan polisi yang tak kunjung menangkap MSA. Namun, korban tetap optimis polisi akan profesional dalam menangani kasus ini.

Kapolres Jombang Negosiasi dengan Kiai Jombang untuk Menangkap MSA

Beredar sebuah video yang menunjukkan Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat berhadapan dengan KH Muhammad Mukhtar Mukthi, ayah dari MSA. Nurhidayat mengatakan video tersebut adalah momen ketika dia bernegosiasi dengan Kiai Mukhtar pada Minggu (3/7/2022), sekitar pukul 21.15 WIB.

Saat itu, dia masuk seorang diri memakai kopiah dan berseragam lengkap. Ia ditemui Kiai Mukhtar dan ratusan anggota jemaah Shiddiqiyyah.

“Saya pikir negosiasi di ruangan khusus, ternyata saya dihadapkan ke jemaah yang mudah diprovokasi. Sangat rawan sekali, makanya saya tidak berdebat lama,” kata Nurhidayat, dikutip detikcom, Rabu (6/7/2022).

“Kalau di ruangan khusus, saya bisa menyampaikan panjang lebar. Makanya di dalam video itu saya hanya menyampaikan satu pesan kepada Mbah Yai (Kiai Mukhtar) secara beretika,” tambahnya.

MSA Dibela Sang Ayah

Siapa MSA anak kiai Jombang? MSA yang menjadi tersangka pencabulan tak kunjung ditangkap polisi karena terus dilindungi ayahnya. Saat bernegosisasi dengan polisi, kiai tersebut justru meminta polisi untuk tidak menangkap anaknya, MSA.

“Untuk keselamatan kita bersama, untuk kejayaan Indonesia Raya, masalah fitnah ini masalah keluarga. Untuk itu, kembalilah ke tempat masing-masing, jangan memaksakan diri mengambil anak saya yang kena fitnah ini,” kata sang kiai dalam video, dikutip detikcom, Rabu (6/7/2022).

Akhirnya, negosiasi tersebut tidak membuahkan hasil. Kiai Mukhtar menolak permintaan polisi untuk menyerahkan putranya, MSA.

Polisi pun meninggalkan Ponpes Shiddiqiyyah tanpa berhasil menangkap MSA. Namun, pengejaran terhadap tersangka MSA masih terus dilakukan. DETIK

1 Response

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024