Buat Rekan Pengacara yang Puasa, Ini Ada Cara Cegah Bau Mulut Ketika Bersama Klien - Kongres Advokat Indonesia
bau-mulut_puasa

Buat Rekan Pengacara yang Puasa, Ini Ada Cara Cegah Bau Mulut Ketika Bersama Klien

Selama berpuasa, merasakan bau mulut yang tidak sedap sebenarnya wajar. Namun, hal tersebut dapat menyebabkan sebagian orang menjadi tidak percaya diri dan tidak nyaman. Termasuk dengan Pengacara yang mungkin sedang berkegiatan atau diskusi dengan klien, tentu bau mulut akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Meski sedang berpuasa ternyata kita bisa mencoba beberapa tips berikut agar selama puasa hingga berbuka, bau mulut tidak terlalu menggangu. Silahkan dibaca sampai habis.

Dilansir dari Dental Studio, menurut Ciara Hendy seorang pakar dental hygienist mengatakan bahwa air liur memiliki peran penting untuk melindungi mulut dari pertumbuhan bakteri di dalamnya. Berkurangnya tingkat air liur selama berpuasa dapat menyebabkan bau mulut yang tidak sedap.

Lantas, apa saja, sih, cara ampuh untuk mencegah bau mulut saat puasa?

Perbanyak Minum Air Putih

Minum air putih yang cukup dapat meningkatkan produksi air liur, sehingga dapat mencegah mulut kering dan mengantisipasi bau mulut saat berpuasa. Kita dianjurkan untuk mengonsumsi air sebanyak 2-3 liter per hari bahkan lebih.

Saat berpuasa pun cairan harus tercukupi dengan baik. Caranya yaitu dengan minum dua gelas air saat sahur, dua gelas air saat berbuka, dan empat gelas air pada malam hari sebelum tidur.

Menjaga Kebersihan Gigi dan Mulut

Penting sekali untuk tetap menjaga kebersihan gigi dan mulut ketika berpuasa agar bau mulut tetap segar dan lebih percaya diri saat berbicara dengan orang lain. Caranya pun sederhana yaitu:

  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Sikatlah gigi selama 2-3 menit setelah sahur dan sesudah berbuka puasa.
  • Jika merasa kurang bersih, gunakan benang khusus gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi.
  • Jangan lupa bersihkan lidah dengan alat khusus pembersih lidah.
  • Gunakan obat kumur yang tidak mengandung tinggi alkohol, agar mulut tidak menjadi kering.

Hindari Makanan Tinggi Gula

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kadar gula tinggi bisa menyebabkan mulut menjadi bau, lho. Melansir dari Dental Studio, cobalah untuk menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh karena memiliki efek diuretik. Pasalnya, makanan tinggi gula dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di mulut yang menyebabkan bau nafas menjadi tidak sedap.

Perbanyak Konsumsi Buah, Sayuran dan Hindari Jenis Sayuran yang Beraroma Menyengat

Melansir dari Everyday Health, mengonsumsi buah dan sayur dapat meningkatkan air liur sehingga dapat mencegah pertumbuhan kuman yang menyebabkan bau mulut. Pastikan untuk mengonsumsi seledri, wortel, timun dan jenis sayuran hijau lainnya.

Selain itu, konsumsi buah-buahan yang mengandung banyak air dan vitamin C, seperti apel, pir, jeruk, melon dan buah lainnya. Hindari makanan yang beraroma menyengat, seperti jengkol, petai, bawang merah, dan bawang putih saat sahur.

Hindari Aktivitas Merokok

Seperti yang kita tahu, rokok mengandung tembakau yang dapat memicu bau mulut. Kebiasaan merokok juga dapat menyebabkan berkurangnya produksi air liur. Hal ini dapat meningkatkan risiko radang gusi, masalah pada gigi dan mulut, serta gangguan kesehatan lainnya. BEAUTY NESIA

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024
RDP Pimpinan Se-Indonesia, Pengurus Daerah Solid Dukung Sistem Presidium Gantikan Sistem Presidensil di KAI
May 22, 2024
aldwin rahadian megantara vice president kongres advokat indonesia
Ciptakan OA yang Kondusif, DPP KAI Gelar RDP Bahas Sistem Kepemimpinan Presidium
May 22, 2024
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024