Uni Soviet, Republik Terluas di Dunia pada Masanya, Luasnya Hingga 1/6 Bumi - Kongres Advokat Indonesia

Uni Soviet, Republik Terluas di Dunia pada Masanya, Luasnya Hingga 1/6 Bumi

Uni Soviet dinyatakan sebagai negara terluas di dunia pada tahun 1991, tepat sebelum bubar. Wilayah kekuasaannya mencakup satu per enam permukaan bumi.

Menurut catatan Ensiklopedia Britannica, daerah Uni Soviet membentang seluas 22,4 juta km persegi dari Laut Baltik dan Laut Hitam hingga Samudra Pasifik. Wilayah tersebut dihuni oleh 290 juta penduduk dari 100 kebangsaan.

Sejarah Terbentuknya Uni Soviet

Uni Soviet terbentuk pasca Revolusi Rusia tahun 1917. Rusia sebelumnya merupakan negara kekaisaran yang dipimpin oleh tsar yang otokrasi dan memiliki kekuasaan absolut serta tidak terbatas.

Sejumlah revolusi terjadi di Rusia, mulai dari revolusi tahun 1905, Revolusi Februari 1917, dan puncaknya pada Revolusi Bolshevik 1917 yang berhasil menjatuhkan kekaisaran dan diambil alih oleh Partai Komunis Uni Soviet, seperti dilansir dari History.

Pasca revolusi 1917, berdirilah empat republik sosialis di bekas Kekaisaran Rusia. Keempatnya adalah Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia, Republik Sosialis Federasi Soviet Transkaukasia, Republik Sosialis Soviet Ukraina, dan Republik Sosialis Soviet Belarusia.

Keempatnya kemudian membentuk Republik Sosialis Uni Soviet pada tahun 1922. Selain itu, beberapa republik juga turut bergabung ke dalamnya.

15 Negara Anggota Uni Soviet

Uni Soviet menjadi republik terluas di dunia pada tahun 1991, tepat sebelum dinyatakan bubar. Wilayahnya juga termasuk 20 Republik Otonomi Sosialis Soviet. 16 Di antaranya berada di dalam Rusia, 2 di dalam Georgia, 1 dalam Azerbaijan, dan 1 di dalam Uzbekistan.

Pada tahun-tahun terakhirnya, 15 Republik Sosialis Soviet akhirnya memerdekakan diri. Berikut ini daftar 15 negara anggota Uni Soviet:

  1. Armenia
  2. Azerbaijan
  3. Belarusia
  4. Estonia
  5. Georgia
  6. Kazakhstan
  7. Kyrgyzstan
  8. Latvia
  9. Lithuania
  10. Moldova
  11. Rusia
  12. Tajikistan
  13. Turkmenistan
  14. Ukraina
  15. Uzbekistan

Kronologi Runtuhnya Uni Soviet

  • Diberitakan detikEdu sebelumnya, Uni Soviet mulai menunjukkan gejolaknya pasca wafatnya Vladimir Lenin, pemimpin pertama Uni Soviet. Berikut kronologinya:
  • Tahun 1924 timbul gejolak kekuasaan ketika Vladimir Lenin wafat. Namun, hal tersebut berakhir pada 1927 saat Joseph Stalin memperoleh kemenangan.
  • Tahun 1928 rencana 5 Tahun tentang sentralisasi industri dan pertanian kolektif dimulai.
  • Akhir tahun 1930-an dilakukan eksekusi atau sanksi lain atas jutaan orang yang dinilai berbahaya terhadap negara.
  • Pasca Perang Dunia II, Uni Soviet dan Amerika Serikat terlibat perang dingin dengan sekutu masing-masing.
  • Akhir tahun 1940-an, Uni Soviet membantu pendirian rezim-rezim komunis di sebagian besar Eropa Timur.
  • Tahun 1949 Uni Soviet meledakkan bom atom pertama mereka. Kemudian bom hidrogen pertamanya diledakkan tahun 1953.
  • Setelah kematian Stalin, Uni Soviet di bawah pimpinan Nikita Khrushchev mengalami liberalisasi politik serta budaya yang terbatas.
  • Penerbangan luar angkasa orbital berawak pertama Uni Soviet dilakukan pada 1961.
  • Liberalisasi Uni Soviet dibalik sebagian saat Leonid Brezhnev memimpin, tetapi Mikhail Gorbachev menerapkan kebijakan liberal bernama glasnost dan perestroika di pertengahan 1980-an.
  • Akhir tahun 1990, pemerintahan komunis telah diruntuhkan dan program untuk menciptakan ekonomi pasar sudah dilakukan.
  • Uni Soviet resmi bubar pada 25 Desember 1991. DETIK

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024
RDP Pimpinan Se-Indonesia, Pengurus Daerah Solid Dukung Sistem Presidium Gantikan Sistem Presidensil di KAI
May 22, 2024
aldwin rahadian megantara vice president kongres advokat indonesia
Ciptakan OA yang Kondusif, DPP KAI Gelar RDP Bahas Sistem Kepemimpinan Presidium
May 22, 2024
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024