Macam-Macam Gelar Studi Hukum Diberbagai Negara

Macam-Macam Gelar Studi Hukum Diberbagai Negara

Era globalisasi dan banyaknya peluang beasiswa membuat kesempatan studi hukum ke luar negeri semakin terbuka lebar.

Tetapi, rupanya gelar asing untuk pendidikan tinggi lanjutan di bidang hukum tidak seragam.

Apa sajakah gelar-gelar tersebut dan apa artinya? Simak hasil penelusuran yang dilansir hukumonline sebagai berikut.

1. LL.B.

Di banyak negara yang menggunakan sistem common law , seperti Eropa dan Jepang, kebanyakan universitas memberikan gelar LL.B. untuk mereka yang berhasil menyelesaikan pendidikan hukum di tingkat sarjana. Akan tetapi, Amerika Serikat dan Kanada, tidak menggunakan gelar LL.B. meskipun keduanya termasuk
common law.

LL.B. sendiri merupakan kependekan dari Legum Baccalaureus, bahasa Latin yang artinya sarjana hukum.

Biasanya, pemegang gelar LL.B. baru bisa berpraktik sebagai advokat jika mereka lulus ujian yang diselenggarakan oleh organisasi advokat di masing-masing negaranya.

Khusus di benua Eropa, mereka yang telah memiliki izin dan secara berturut-turut selama tiga tahun berpraktik sebagai advokat di satu negara anggota Uni Eropa, boleh berpraktik pula di negara anggota Uni Eropa lainnya.

Sementara itu, di beberapa negara lainnya gelar LL.B. tidak laku untuk modal mengikuti ujian praktik advokat. Di Malta dan Denmark misalnya, LL.B. yang didapatkan setelah berkuliah tiga tahun, harus dilanjutkan ke jenjang master untuk bisa berpraktik. Tak heran, banyak peraih gelar LL.B. di negara tersebut yang justru berkecimpung dalam ranah ilmu sosial dan humaniora.

2. J.D.

J.D. merupakan akronim dari Jurisprudentiae Doctor atau biasa disebut Juris Doctor yang artinya guru ilmu hukum. Umumnya, dibutuhkan waktu selama 3-4 tahun untuk dapat mencapai gelar ini.

Uniknya, meskipun disebut doktor tetapi sesungguhnya J.D. bukan gelar setingkat doktorat sehingga mereka yang mendapatkan gelar J.D. belum bisa menggunakan gelar Dr.

Sebagaimana dikutip dari website Harvard Law School , untuk bisa mengambil program J.D., seseorang disyaratkan untuk memiliki gelar sarjana terlebih dulu. Sebab, J.D. merupakan pendidikan profesi bagi mereka yang ingin berpraktik sebagai advokat. Karenanya, dalam proses mendapatkan gelar ini tidak diperlukan karya tulis seperti tesis.

Gelar JD pertama kali digunakan oleh University of Chicago Law School. Namun, sejak Yale University mengubah gelar akademik bagi sarjana hukumnya dari LL.B. menjadi J.D pada 1971, J.D. pun menjadi gelar standar yang digunakan universitas di negeri Paman Sam. Meski umumnya gelar ini digunakan di Amerika Serikat, kini banyak pula negara lain yang mengadopsinya, misal Kanada, Australia, Hong Kong, Filipina, dan Jepang.

3. LL.M.

Inilah gelar paling umum yang digunakan universitas-universitas di dunia untuk jenjang master. Biasanya, dicapai setelah menempuh 1-2 tahun masa studi. LL.M. merupakan singkatan dari Legum Magister , bahasa Latin yang artinya magister hukum.

Merujuk University of California Berkeley, ada beberpa jenis LL.M. Pertama , ada yang berbasis penelitian sehingga dalam kurikulumnya tidak ada proses belajar-mengajar di kelas. Ada pula yang berbasis kuliah di kelas yang biasanya tidak memerlukan karya tulis untuk lulus. Namun, ada pula yang mengkombinasikannya, melalui proses belajar di kelas dan di akhir masa kuliah membuat penelitian kecil.

4. mr. dan mrs.

Gelar mr. umumnya diberikan oleh universitas-universitas di Belanda dan Belgia untuk jenjang master. mr. sendiri merupakan singkatan dari meester in de rechten , bahasa Belanda yang artinya master di bidang hukum. Umumnya gelar ini disematkan bagi mereka laki-laki.

Sementara bagi perempuan, biasa pula digunakan singkatan mrs. yang berasal dari kepanjangan dan arti yang sama.
Penulisan gelar mr. maupun mrs. Selalu ditulis dengan huruf kecil. Jangan terkecoh, mr. maupun ms. berbeda dengan kata sapaan dalam bahasa Inggris mister dan missus. Namun, kini di Belanda dan Belgia pun sudah banyak universitas yang menggunakan gelar LL.M

5. J.S.D.

J.S.D merupakan singkatan dari Juridicae Scientiae Doctor, bahasa Latin yang artinya doktor ilmu hukum. Ini adalah gelar paling tinggi dalam jenjang pendidikan hukum. Gelar ini setara dengan Ph.D. yang umum diberikan bagi orang yang menyelesaikan disertasi di berbagai disiplin ilmu. Di banyak negara, doktor bidang hukum pun mendapat gelar Ph.D.

J.S.D. banyak digunakan di Amerika Serikat. Untuk dapat mengikuti program yang menawarkan gelar ini, seseorang bisa menggunakan gelar J.D. ataupun LL.B. sebagai modal. Hanya saja, merujuk website Stanford Law School , sebelum pendidikan J.S.D. perlu ada pendidikan pra-doktoral yang harus diikuti. Pendidikan tersebut selain sebagai persiapan sekaligus juga seleksi apakah seseorang bisa mengikuti program J.S.D. atau tidak.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024