Jika tak ada reformasi peradilan, praktik suap hakim bisa terus terjadi.

Jika tak ada reformasi peradilan, praktik suap hakim bisa terus terjadi.

Kai.or.id – Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Farid Wajdi menilai tak heran masih ada hakim yang terciduk KPK, selama tidak ada perubahan di peradilan.

Sedari awal, menurut dia, KY juga sudah mengingatkan Mahkamah Agung (MA) soal reformasi peradilan.

“Perubahan yang dimaksud meliputi perbaikan yang mendasar dari sisi integritas, dengan contoh yang dimulai dari MA sendiri. Sehingga dapat ditiru oleh para hakim,” kata Farid dilansir dari
Republika, Senin (9/10).

Perubahan lain yang diperlukan, kata dia, seperti keterbukaan dan itikad baik untuk mau bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk KY dalam mengelola peradilan. Jika tak ada reformasi peradilan, praktik suap hakim bisa terus terjadi.

“Perlu kami perjelas bahwa maksud ‘Tragedi yang dipastikan akan terus terjadi’, bukan kepada praktik suapnya saja, tapi pada pola penindakannya,” kata Farid.

Menurut Farid, KY berani memastikan dan bukan hanya klaim, tapi desain dan usaha dari lembaga yang diciptakan. KY diakui punya jalan sendiri untuk memperbaiki peradilan.

Sbelumnya Mahkamah Agung (MA) mengklaim saat ini sedang dalam upaya bersih-bersih peradilan. Oleh sebab itu MA bekerja sama dengan KPK. Oknum hakim Pengadilan Tinggi Manado, Sulawesi Utara (Sulut) yang tertangkap tangan oleh KPK di Jakarta, Jumat (6/10) malam lalu juga diakui MA merupakan hasil kerja sama dengan KPK.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presidium DPP KAI Kukuhkan 15 AdvoKAI & Resmikan LBH Advokai Lampung
July 20, 2024
Rapat Perdana Presidium DPP KAI, Kepemimpinan Bersama Itu pun Dimulai
July 3, 2024
Tingkatkan Kapasitas Anggota tentang UU TPKS, KAI Utus 20 AdvoKAI untuk Ikut Pelatihan IJRS
June 26, 2024
The Chef is TSH
June 10, 2024
Dihadiri Ribuan Advokat, Kongres IV KAI di Solo Trending Topic di Platform X
June 9, 2024