Kajati Bengkulu dan Tim Kejagung Masih Bahas Proses Penarikan Dakwaan Novel
Kajati Bengkulu dan Tim Kejagung Masih Bahas Proses Penarikan Dakwaan Novel

Kajati Bengkulu dan Tim Kejagung Masih Bahas Proses Penarikan Dakwaan Novel

Kajati Bengkulu dan Tim Kejagung Masih Bahas Proses Penarikan Dakwaan Novel

Detik.com – Kajati Bengkulu menyambangi Kejaksaan Agung untuk berkordinasi dengan tim yang dibentuk menangani kasus Novel untuk menarik berkas dakwaan Novel Baswedan. Namun, tim tersebut masih berdiskusi dengan tiga opsi misalnya tidak melanjutkan penuntutan, deponering (mengesampingkan kasus) atau melanjutkannya di persidangan.

“Saya ke sini mengantar tim yang tergabung dari Kajati, Kejari, dan kejagung,” ungkap Kajati Bengkulu Ali Mukartono, di ruang Jampidum, Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (19/2/2016).

Kajati Bengkulu Ali terlihat masuk ke gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum. Ali menyebut perintah Jaksa Agung Prasetyo pada kasus Novel itu harus diselesaikan. Sementara itu, Prasetyo memang sudah mengambil alih kasus Novel, tetapi dia mengembalikan lagi berkasnya ke Bengkulu, tempat perkaranya digelar.

“Perintahnya selesaikan karena penuntut umum itu menurut sistem kan ada di Kejari Bengkulu. Nah opsi inilah yang akan didiskusikan apakah akan melimpahkan kembali atau tidak melanjutkan keputusan,” ungkap Ali.

Ia tidak menegaskan secara pasti apakah kasus itu akan diselesaikan seperti apa karena masih dibahas oleh tim. Namun ia memastikan akan tetap sesuai dengan ketetapan hukum yang berlaku.

“Ya kan ada dua opsinya apa, kan hasil diskusinya tim apa ini (masih proses pengkajian) karena mau di pengadilan (dilanjutkan) atau berhenti, ini harus berdasarkan hukum,” imbuhnya.

Ketika ditanya apakah berkas Novel akan dihentikan melalui¬† SKP2 (Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan),¬† ia mengatakan hal itu masih akan dibahas. “Belum kita hanya perintah selesaikan administrasinya,” kata Ali.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024