Antonius: Banyak Mafia Setiap Proyek di Lingkungan Kemenhub

Antonius: Banyak Mafia Setiap Proyek di Lingkungan Kemenhub

Kai.or.id – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua tersangka kasus dugaan suap pekerjaan pembangunan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang

Pemeriksaan dilakukan Selasa (29/8) kepada Direktur Jenderal nonaktif Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Antonius Tonny Budiono dan Komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan.

Antonius mengungkapkan banyak mafia dalam setiap proyek di lingkungan Kementrian Perhubungan. Namun ia enggan menyebutkan siapa saja yang terlibat.

“Nanti deh kalau sudah masuk perkara ya. Jangan dulu ya, kan tidak boleh,” ujar Antonius di Gedung KPK, seperti dilansir republika.co

Antonius khawatir akan terjerat dalam kasus pencemaran nama baik bila menyebutkan nama tersebut lantaran kasus tersebut masih dalam proses penyidikan.

“Nanti bisa jadi pencemaran nama baik, saya tidak mau,” tambahnya.

Saat ditanyakan terkait keterlibatan Menteri Perhubungan Budi Karya, dalam kasus yang menjeratnya,  Antonius langsung mengelaknya. “Pak Menteri orang baik dia,” tuturnya.

Antonius sempat menyinggung nama Yongki dan seorang pengusaha lainnya bernama Sena usai diperiksa Jumat (25/8).

Antonius mengatakan pernah menerima uang dari Yongki dan Sena terkait proyek di lingkungan Kementrian Perhubungan. Namun dia mengkalin tidak tahu asal perusahaan kedua orang tersebut.

Sementara Adiputra usai pemeriksaan mengatakan, 33 tas ransel berisi uang yang totalnya mencapai Rp 18,9 miliar merupakan milik Antonius bukan milik dirinya. Ia mengakui hanya menyerahkan ATM bank Mandiri dengan saldo Rp 1,174 miliar kepada Antonius.

Adiputra melanjutkan, ia kenal dengan Antonius karena dikenalkan oleh seorang pengusaha bernama Yongki yang merupakan kenalan lamanya. Ia member pernyataan banhwa perusahaannya sajalah yang mengerjakan pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Dalam kasus terkait perizinan dan pengadaan proyek-proyek di lingkungan Dirjen Hubla mulai tahun 2016 samapai 2017, KPK menetapkan Antonius Tonny Budianto dan Adiputra Kurniawan sebagai tersangka.

Adiputra diduga melakukan suap sebesar Rp 20,074 miliar terhadap Antonius terkait pekerjaan pembangunan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Atas perbuatannya, selaku pemberi suap, Adiputra disangkakakn melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, sebagai pihak yang diduga penerima, Antonius disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024