Agus: Perberat Vonis dan Perketat Remisi Agar Koruptor Jera

Agus: Perberat Vonis dan Perketat Remisi Agar Koruptor Jera

Kai.or.id – Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri Mengungkapkan terdapat beberapa faktor yang memicu pejabat melakukan tindak pidana korupsi.

“Pertama biasanya untuk membiayai promosi jabatan. Jadi untuk mendapatkan jabatan tertentu dia membayar dan berusaha mengembalikan uang tersebut ketika dia sedang menjabat,” ujar Febri.

Kemudia sambung Febri yang kedua bisa karena gyaa hidup pejabat dan keluarganya yang menuntut biaya tinggi yang diperoleh melalui korupsi. Ketiga, adanya budaya menerima gratifikasi atau suap.

“Gratifikasi atau suap dianggap suatu hal biasa atau bentuk penghormatan dan kemudiaan menjadi kebiasaan,” katanya.

Faktor keempat menurut Febri, adanya tuntutan politik atau tekanan dari atasan untuk melakukan korupsi dan pelakunya mendapatkan keuntungan dari praktik korupsi tersebut.

Semntara itu, Wakil Koordinator ICW Agus Sunarto mengatakan jawaban membuat jera para koruptor adalah dengan memperberat hukuman tahanan terhadap para koruptor

“Perberat vonis dan perketat remisi bagi koruptor jawabannya. Biar ada efek jera,” ucap Agus.

Agus menuturkan, saat ini KPK sudah sangat bagus dalam penindakan tindakan korupsi. Selain itu, dukungan masyarakat juga menjadi salah satu faktor utama dalam pemberantasan korupsi saat ini.

Namun, Agus menambahkan kebandelan para pejabat bisa terus muncul lantaran terbilang ringan dan masih adanya hadiah remisi kepada para narapidana koruptor.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023