Jimly: Hukum Perlu Ditopang oleh Sistem Etika
Jimly Hukum Perlu Ditopang oleh Sistem Etika

Jimly: Hukum Perlu Ditopang oleh Sistem Etika

Republika.co.id – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP) RI, Jimly Asshiddiqie mengatakan, beban hukum di Indonesia semakin berat karena hukum bukan lagi menjadi ‘panglima’ dalam penegakkan keadilan di Indonesia. Sehingga, hukum perlu ditopang dan dibangun kembali dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan sistem etika publik.

“Etika sedang dalam taraf perkembangan oleh sistem hukum di Indonesia. Hampir semua negara maju punya etika negara, sekarang dinilai sebagai suatu keharusan bukan suatu yang tabu,” kata Jimly saat memberikan sambutan dalam acara Prakonferensi Etika Berbangsa dan Bernegara “Diskursus Integrasi Sistem Kode Etik dan Penegakkannya”, di Auditorium Komisi Yudisial, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/5).

Menurut Jimly, kode etik nantinya diberi kewenangan memecat pejabat yang melanggar kode etik. Maka, lanjut Jimly, dengan adanya sistem etika tersebut, tidak hanya menghukum pejabat tapi juga ada elemen yang sifatnya mendidik dan memperingati.

Jimly menyatakan, kode etik tidak bertujuan untuk menyalahkan kesalahan saja, tapi lebih jauh untuk melayani kepercayaan publik yang sekarang dirasa sudah alergi hukum. “kemarahan publik pada dunia kehakiman, memberikan pertanyaan besar pada kita apakah KY atau lembaga hukum kita bubarkan saja? Tapi rasanya tidak mungkin, jadi kita perbaiki saja sistem itu dengan ide membangun sistem etika ini, ” tegas Jimly.

Dia berharap, kedepannya akan terus ada pembenahan hukum. Tidak lagi hukum dipenuhi kepentingan politik dan ekonomi. Lalu, tegas Jimly, Indonesia bisa menjadikan sistem kode etik berbangsa dan bernegara bisa menjadi etika resmi. “Misalnya ada etika material dan formil. Etika material itulah kode etik, formil itulah prosedur pelaksanaan kode etik,” ujar Jimly.

Kongres Advokat Indonesia

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024