Apa Sanksi Jika Terlambat Lapor SPT?
Apa Sanksi Jika Terlambat Lapor SPT?

Apa Sanksi Jika Terlambat Lapor SPT?

Pikiran-rakyat.com – Pemerintah telah memundurkan batas waktu penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan bagi wajib pajak orang pribadi sampai 21 April 2017. Sudahkah Anda melapor? Apa sanksi jika kita terlambat mengisi atau melapor SPT?

Sebagaimana ditentukan dalam Undang-undang Perpajakan, SPT mempunyai fungsi sebagai suatu sarana bagi wajib pajak dalam melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah Pajak yang sebenarnya terutang. Selain itu, surat pemberitahuan itu berfungsi untuk melaporkan pembayaran atau pelunasan pajak.

Keterlambatan laporan SPT akan dikenakan denda oleh Dirjen Pajak. Untuk keterlambatan SPT Tahunan PPh Orang Pribadi khususnya mulai Tahun Pajak 2008 dikenakan denda sebesar Rp 100.000. Sementara SPT Tahunan PPh Badan dikenakan denda sebesar Rp 1 juta. Semuanya di atur dalam Undang-Undang No 28 Tahun 2007 tentang Ketetuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Meski demikian, ada pengecualiannya. Pasal 7 ayat (2) UU 28/2007 menyebutkan sanksi ditiadakan bagi wajib pajak pribadi yang telah meninggal dunia. Selain itu, juga wajib pajak pribadi yang sudah tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas, dan berstatus sebagai WNA yang tidak lagi tinggal di Indonesia. Terakhir, bentuk usaha tetap yang tidak melakukan kegiatan lagi di Indonesia.

Sanksi juga tidak dikenakan kepada wajib pajak badan yang tidak melakukan kegiatan usaha lagi tetapi belum dibubarkan. Lainnya, bendahara yang tidak melakukan pembayaran lagi, serta wajib pajak pribadi yang terkena bencana.

Meski demikian, daripada ambil pusing dengan pembayaran denda pajak, cara efektif yang dapat dilakukan adalah membayarnya tepat waktu. Jumat 21 April 2017 adalah batas akhir pelaporan. Jangan lupa, biasanya dalam 3 hari terakhir masa pelaporan adalah waktu tersibuk.

Berdasarkan data Dirjen Pajak, hingga akhir Maret 2017, laporan SPT yang telah disampaikan sebanyak 7,2 juta orang. ā€ˇSebanyak 5,9 juta orang diantaranya dilaporkan melalui e filing. Tahun lalu, ada sekitar 2,5 hingga 3 juta wajib pajak dari total 8,6 juta orang yang baru melapor di tiga hari terakhir.

Jadi, lebih baik lakukan sedini mungkin untuk menghindari kegagalan pelaporan.

Kongres Advokat Indonesia

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024
RDP Pimpinan Se-Indonesia, Pengurus Daerah Solid Dukung Sistem Presidium Gantikan Sistem Presidensil di KAI
May 22, 2024
aldwin rahadian megantara vice president kongres advokat indonesia
Ciptakan OA yang Kondusif, DPP KAI Gelar RDP Bahas Sistem Kepemimpinan Presidium
May 22, 2024