Advokat PERADI Diimbau Tak Setor Dana Perpanjang KTPA
Advokat PERADI Diimbau Tak Setor Dana Perpanjang KTPA

Advokat PERADI Diimbau Tak Setor Dana Perpanjang KTPA

Metrotvnews.com – Seluruh advokat yang tergabung dalam Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) diimbau tidak menyetorkan dana perpanjangan Kartu Tanda Pengenal Advokat (KTPA) PERADI. Pasalnya, perhimpunan Advokat ini masih dirundung masalah internal, dualisme kepemimpinan.

Ketua Tim 9 PERADI Berry Sidabutar hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya konflik kepentingan pihak-pihak yang bertikai. “Toh Advokat kalau ingin menjalankan tugas profesinya di Pengadilan yang diminta oleh Hakim adalah Berita Acara Sumpah (BAS). Ini penting, jangan sampai nanti para Advokat justru terjebak dalam konflik kepentingan pihak-pihak yang bertikai saat ini,” tegas Berry dalam keterangan pers, Sabtu (27/6/2015).

Tim 9 akan berkomunikasi dengan baik ke-3 faksi yang ada saat ini agar mau menanggalkan ego masing-masing. Berry berharap, faksi yang ada saat ini mau duduk bersama demi menyelamatkan lebih dari 35.000 Advokat anggota PERADI

Terkait upaya penyelematan, Berry mengaku pihaknya telah menemui 3 faksi tersebut. Berry berharap langkah yang dilakukan pihaknya membawa iklim positif.

“Mendengar saran-saran dan berdiskusi dengan rekan-rekan advokat dari DPN PERADI versi JG (Juniver Girsang) dan Caretaker Luhut MP Pangaribuan. Tim 9 juga akan segera menemui Humphrey Djemat dan DPN versi Fauzi Hasibuan. Doa kan saja niat baik Tim 9 agar mereka semua terketuk hatinya, apa lagi berketepatan ini bulan suci Ramadhan, bulan yang penuh berkah,” tutur mantan Ketua Umum PREMS itu.

Tim 9, sambung Berry, juga mendorong Komisi III DPR untuk segera melakukan pembahasan RUU ADVOKAT. Hal itu bertujuan merubah sistem Single Bar menjadi Multi Bar.

“Untuk menghadang derasnya isu,” tandas Beryy.

Untuk diketahui, 9 tokoh Peradi Jakarta Barat yang tergabung dalam Tim 9 sudah mendeklarasikan berdirinya “Forum Penyelamat dan Rekonsiliasi Peradi” Senin 8 Juni. Forum ini salah satunya bertujuan untuk mengantisipasi kegalauan para Advokat, khususnya Advokat muda atas adanya klaim dari masing-masing pihak yang merasa paling legal dan paling berhak untuk mengelola organisasi.

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024