Irman Gusman Resmi Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Irman Gusman Resmi Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel

Irman Gusman Resmi Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel

Irman Gusman Resmi Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel

Cnnindonesia.com – Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Irman Gusman resmi mengajukan praperadilan atas penetapan status tersangka oleh KPK dalam dugaan suap penambahan kuota impor gula dari Perum Bulog di Sumatera Barat. Pengacara Irman, Tommy Singh mengatakan, praperadilan sedianya dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam waktu dekat.

Pengajuan praperadilan dilakukan pagi hari ini. “‎Hari ini secara resmi Irman Gusman melalui pengacaranya telah mendaftarkan upaya hukum praperadilan di Pengadilan Negeri Jaksel,” ujar Tommy dalam pesan singkat, Kamis (29/9).

Selain mempermasalahkan proses status tersangka, Tommy berkata, Irman juga menyoalkan proses penangkapan dan pemeriksaan. Kedua hal itu dinilai tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kami keberatan penangkapan penahanan dan pemeriksaan kepada Pak Irman menurut hemat kita KPK tidak melakukannya sesuai prosedur,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Humas PN Jaksel Made Sutrisna membenarkan bahwa pihaknya telah menerima surat gugatan praperadilan dari Irman Gusman tertanggal hari ini.

“Iya sudah, hari ini dengan nomor register 129/Pid.Prap/2016/PN.JKT.SEL,” ujar Made

Sementara itu, KPK memeriksa Direktur Umum Perum Bulog Djarot Kusumayakti sebagai saksi kasus yang menjerat Irman Gusman. Djarot diketahui pernah dihubungi Iman Gusman terkait kuota distribusi beras impor di Sumbar.

Djarot yang tiba di Kantor KPK sekitar pukul 09.00 WIB sama seklai tak berkomentar soal dugaan dirinya menerima fee dalam kasus tersebut. Ia juga tak berkomentar soal intervensi Irman Gusman terkait suap.

Selain Djarot, KPK juga memeriksa Istri Irman Gusman, Liestyana Rizal Gusman, dan ajudannya bernama Djoki Suprianto.

Irman resmi menjadi tersangka kasus suap untuk memengaruhi kuota impor gula di Provinsi Sumatera Barat bagi CV Semesta Berjaya. Ia menjadi tersangka dengan pemberi suap Xaveriandy dan istrinya Memi.

Irman ditengarai memperjualbelikan pengaruhnya agar Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik agar memberi penambahan kuota impor gula oleh CV SB yang beroperasi di Sumbar.

Atas perannya sebagai penerima suap, Irman disangka melanggar Pasal 12 huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

Sementara, Xaveriandy dan istrinya Memi selaku penyuap disangka melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor junto UU No 20 tahun 2001.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024