KPK Buka Peluang Bidik Foke dalam Kasus Reklamasi
KPK Buka Peluang Bidik Foke dalam Kasus Reklamasi

KPK Buka Peluang Bidik Foke dalam Kasus Reklamasi

KPK Buka Peluang Bidik Foke dalam Kasus Reklamasi

Sindonews.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan suap dalam pembahasan Raperda tentang Reklamasi Pantai Utara Jakarta. Penyidik bahkan membuka peluang untuk memeriksa mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke.

“Jika memang ada pengembangan kasus bisa saja (KPK panggil Foke). Kemungkinan memeriksa selalu terbuka,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi, Minggu (26/6/2016).

Dugaan keterlibatan Foke dalam proyek Reklamasi Pantai Utara Jakarta ini diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Beberapa waktu lalu, Ahok menyebut Foke lah yang menerbitkan lima izin prinsip reklamasi. Sementara Ahok sendiri mengaku menerbitkan tiga izin pelaksanaan reklamasi tersebut

Kasus ini terkuak saat KPK menangkap sejumlah orang pada Kamis 30 Maret 2016 dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT). Di antaranya, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta M Sanusi, seorang Personal Assistant PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro dan sopir Sanusi bernama Gerry.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah M Sanusi, Personal Assistant PT Agung Podomoro Land (APL) Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja.

Sanusi disangka menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Ariesman lewat anak buahnya Trinanda. Uang itu untuk mempengaruhi pembahasan raperda di DPRD.

Dalam perkembangannya, KPK menduga ada anggota lain DPRD DKI yang terlibat dalam kasus ini. Salah satu yang akan ditelusuri KPK adalah pertemuan sejumlah anggota DPRD DKI dengan bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan.

Pertemuan itu dihadiri Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, Ketua Pansus Reklamasi Selamat Nurdin, Anggota Balegda Muhammad Ongen Sangaji, dan Sanusi. Ariesman Widjaja juga ada dalam pertemuan.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024