Rp69 Miliar ‘Raib’, KPK: Kami Pahami Kondisi Keuangan Pemerintah
Rp69 Miliar ‘Raib’, KPK: Kami Pahami Kondisi Keuangan Pemerintah

Rp69 Miliar ‘Raib’, KPK: Kami Pahami Kondisi Keuangan Pemerintah

Rp69 Miliar ‘Raib’, KPK: Kami Pahami Kondisi Keuangan Pemerintah

Aktual.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memahami kondisi dan situasi yang terjadi dalam aspek keuangan pemerintah. Hal itu yang dijadikan dasar kerelaan lembaga antirasuah menghemat anggarannya hingga melebihi angka Rp50 miliar.

Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati menegaskan, pengurangan nominal anggaran itu bukan untuk lembaganya saja. Dan yang perlu ditekankan, pengurangan ini adalah upaya penghematan keuangan negara.

“Itu bukan pemangkasan, tetapi penghematan yang memang diminta oleh Kemenkeu kepada seluruh Kementerian atau Lembaga,” papar Yuyuk, saat dikonfirmasi Aktual.com, Rabu (8/6).

Dengan kondisi keuangan negara sekarang, tutur Yuyuk, tidak ada kata lain selain setuju untuk mengurangi nilai anggaran. Meskipun, Kementerian Hukum dan HAM justru dapat lebih dana segar dari negara sekitar Rp1 triliun.

“KPK memahami kondisi keuangan pemerintah. Jadi kami setuju untuk melakukan penghematan,” ucap Yuyuk.

Sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun anggaran 2016, alokasi anggaran untuk KPK sebesar Rp1.061.469.984.000. Anggaran tersebut digunakan untuk program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya sebesar Rp639,912 miliar, dan program pemberantasan tindak pidana korupsi sebesar Rp421,557 miliar.

Adapun besaran penghematan anggaran yang diajukan KPK, yakni sebesar Rp69.601.996.000. Jumlah itu diperoleh dari efisiensi belanja operasional senilai Rp2 miliar dan efisiensi belanja lainnya sebesar Rp67,6 miliar.

“Penghematan dilakukan di beberapa pos, seperti perjalanan dinas, anggaran rapat dan penundaan kegiatan yang belum terkait kontrak pengadaan,” papar Yuyuk.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024