Terjaring OTT KPK, Ketua PN Kepahiang Diberhentikan MA
Terjaring OTT KPK, Ketua PN Kepahiang Diberhentikan MA

Terjaring OTT KPK, Ketua PN Kepahiang Diberhentikan MA

Terjaring OTT KPK, Ketua PN Kepahiang Diberhentikan MA

Aktual.com – Mahkamah Agung akan memberhentikan sementara Ketua Pengadilan Negeri Kepahiang, Bengkulu, Janner Purba setelah ada ketetapan hukum dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Mahkamah Agung akan mengambil tindakan tegas terhadap yang bersangkutan yaitu menghentikan sementara dari jabatan itu,” kata juru bicara MA Suhadi dalam jumpa pers di Gedung MA Jakarta, Rabu (25/5).

Selain Janner, MA juga akan memberhentikan sementara dua aparatur pengadilan lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ini.

Sementara itu pada Selasa (24/5) KPK menetapkan Janner Purba sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan suap untuk mempengaruhi putusan terkait kasus tindak pidana korupsi penyalahgunaan honor Dewan Pembina Rumah Sakit Umum Daerah Bengkulu yang sedang di sidang di PN Bengkulu.

“Setelah melakukan pemeriksaan 1×24 jam, KPK melakukan gelar perkara dan memutuskan meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan lima tersangka,” ujar pelaksana harian (Plh) Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati dalam konferensi pers di gedung KPK Jakarta.

Yuyuk melanjutkan bahwa selain Janner, dua aparatur pengadilan lain bernama Toton dan Badaruddin Amsori Bachsin alias Billy, juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Billy ini panitera. Dia diduga mengatur administrasi dalam proses kasus peradilan itu,” ungkap Yuyuk.

Pemberi suap adalah mantan Kepala Bagian Keuangan Rumah Sakit Muhammad Yunus Syafri Syafii, mantan Wakil Direktur Keuangan RS Muhammad Yunus Edi Santroni yang keduanya merupakan terdakwa dalam kasus yang ditangani oleh Janner dan Toton.

“Pemberian uang diduga untuk mempengaruhi putusan, ada dugaan untuk diputus bebas,” tambah Yuyun.

KPK mengamankan kelimanya bersama dengan seorang anak Janner pada Senin (23/5) di sejumlah tempat di Bengkulu dan menyita barang bukti sejumlah Rp150 juta.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024