Tips Hindari Pencurian Mobil Bermodus Gembos Ban
Tips Hindari Pencurian Mobil Bermodus Gembos Ban

Tips Hindari Pencurian Mobil Bermodus Gembos Ban

Tips Hindari Pencurian Mobil Bermodus Gembos Ban

Liputan6.com – Aksi pencurian mobil bermodus gembos ban masih marak terjadi di Ibu Kota. Agar terhindar dari aksi kejahatan ini, selain dari kinerja kepolisian diperlukan pula kewaspadaan dari pengendara.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Nasriadi memberikan sejumlah cara, agar terhindar dari pencurian bermodus gembos ban. Di antaranya, sebisa mungkin agar tidak berkendara seorang diri, terutama bagi wanita.

“Imbauan kepada masyarakat, terutama ini menjelang puasa dan lebaran, apabila masyarakat ketahui ban bocor jangan turun di tempat yang sepi. Dan juga jangan turun sendirian,” ujar Nasriadi di Polres Metro Jakarta Timur, Selasa 10 Mei 2016.

Jika seorang pengemudi telah menemukan tempat yang ramai dan tepat untuk berhenti, jangan lupa agar selalu mengamankan barang bawaan ketika hendak keluar dari mobilnya.

“Setelah berada di tempat yang tepat atau jika memang terpaksa harus turun, ketika turun itu harus barang bawaan harus dibawa. Jangan ditinggal di dalam mobil,” kata Nasriadi.

Kemudian, lanjut Nasriadi, setelah turun dari mobil jangan lupa mengunci mobil. Karena, jika mobil tidak terkunci, para pencuri spesialis ini dengan mudah menggondol barang berharga dalam mobil.

“Pelaku itu sangat cepat dalam menjalankan aksinya. Makanya para pengendara ataupun pengemudi, jangan sampai terlambat, apalagi sampai lupa mengunci mobil,” tutur Nasriadi.

Polres Metro Jakarta Timur sebelumnya meringkus komplotan pencurian mobil bermodus gembos ban berinisial MH dan DS. Polisi juga menangkap anggota jaringan lainnya yang berperan sebagai penadah berinisial DW.

Para pencuri mobil bermodus gembos ban tersebut biasa beraksi di wilayah Jakarta Timur. Pelaku kini dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sedangkan, untuk penadah dikenai Pasal 480 KUHP dengan ancaman maksimal empat tahun penjara.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024