Kata Jaksa Agung, Nusakambangan Tempat Ideal untuk Eksekusi Mati
Kata Jaksa Agung, Nusakambangan Tempat Ideal untuk Eksekusi Mati

Kata Jaksa Agung, Nusakambangan Tempat Ideal untuk Eksekusi Mati

Kata Jaksa Agung, Nusakambangan Tempat Ideal untuk Eksekusi Mati

Aktual.com – Jaksa Agung HM Prasetyo menilai Nusakambangan merupakan tempat yang ideal, untuk mengeksekusi terpidana mati jilid III kasus narkotika.

“Saya nggak pernah bilang gitu (eksekusi pasti di Nusakambangan). Saya cuma bilang, bahwa Nusakambangan tempat ideal untuk eksekusi mati,” kata Prasetyo di Kejaksaan Agung, Jumat (9/4).

Ketika dikonfirmasi aparat kepolisian dari satuan Brimob sudah berada di pulau tersebut, Prasetyo mengatakan, meski tidak ada ekseksi mati, tim Brimob tetap melakukan penjagaan di wilyah Nusakambangan.

“Brimob kan untuk keamanan. Nggak ada eksekusi pun mereka ada di sana (Nusakambangan).”

Terkait eksekusi terpidana mati, Senin (18/4), Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sempat menyodorkan 10 nama terpidana narkoba yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht).

“Terpidana mati dalam perkara Narkoba yang sudah inkracht di MA (Mahkamah Agung) ada sekitar 10 terpidana mati, namun berapa yang di eksekusi masih verifikasi,” kata Waluyo, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati DKI Jakarta.

Untuk periode 2015 hingga April 2016, Kejati DKI Jakarta telah menuntut 43 orang tersangka agar hijatuhi hukuman mati, di antaranya Cheng Tin Kei, warga negara Hongkong yang ditangani Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut), Senin, 7 Maret 2016, karena membawa 360 kg sabu.

Sementara di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten, terpidana mati
kasus Narkoba yang sudah inkracht adalah Kelompok “Tangerang Nine”, terdiri dari Benny Sudrajat alias Tandi Winardi, Iming Santoso alias Budhi Cipto. Keduanya merupakan Warga Negara Indonesia.

Lima orang sisanya, merupakan warga negara China, yakni Gan Chunyi, Zhu Xuxiong, Zhang Manquan, Chen Hongxin dan Jian Yuxin. Sedangkan seorang warga negara Prancis Serge Areski Atlaoui, serta warga negara Belanda Nicolaas Garnick Josephus Gerardus alias Dick.

Sebelumnya Kejaksaan telah mengeksekusi mati sejumlah terpidana Narkoba pada April 2015 lalu. Di antaranya duo Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sedangkan dua terpidana yang tersisa belum dieksekusi, yakni Mary Jane Fiesta Veloso dan Serge Atloui.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024