Pemkab Banyumas Tutup Penambangan Emas Ilegal
Pemkab Banyumas Tutup Penambangan Emas Ilegal

Pemkab Banyumas Tutup Penambangan Emas Ilegal

Pemkab Banyumas Tutup Penambangan Emas Ilegal

Republika.co.id – Tingginya harga logam mulia berupa emas, membuat banyak penambang melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya. Meski pun praktik penambangan yang dilakukan harus mempertaruhkan nyawa.

Seperti yang terjadi di Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, temuan adanya kandungan emas yang terdapat di lahan persawahan Dusun Tajur, menyebabkan puluhan orang mendatangi lokasi untuk melakukan penambangan. Dengan cara tradisional, mereka menggali tanah hingga menyerupai sumur dan lorong-lorong dalam tanah untuk mendulang emas.

Praktik seperti ini tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan di lahan yang menjadi area penambangan. Tapi juga dapat mengancam keselamatan bagi penambangnya.

Seperti yang terjadi Sabtu (9/4) pekan lalu, dia dua orang penambang emas di Desa Pancurendang meninggal saat sedang menggali lubang. Kedua korban yang terdiri dari Tri (22), warga Desa Kalikesur Kecamatan Kedungbanteng dan Darwin (26), warga Grumbul Renggong Desa Samudra Kecamatan Gumelar, meninggal dunia di lubang penambangan yang dibuatnya.

“Kedua korban diduga meninggal akibat akibat kekurangan oksigen atau menghirup gas CO saat berada di dalam lubang,” kata Kapolsek Ajibarang AKP I Putu B Krisna, Jumat (15/4).

Bahkan dia menyatakan, proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit karena diameter lubang sangat sempit sedangkan kedalaman lubang mencapai 15 meter. Menyikapi kejadian ini, jajaran Pemkab langsung mengambil tindakan tegas dengan melarang seluruh aktivitas penambangan emas di lokasi tersebut.

Dia menyebutkan, secara keseluruhan ada 12 lubang tempat penambangan emas yang telah dibuat para penambang. Penambang tidak hanya berasal dari penduduk desa setempat, namun ada juga yang berasal dari luar desa.

“Mereka sudah melakukan aktivitas penambangan sejak enam bulan lalu tanpa memiliki izin. Kami dari kecamatan dan Dinas ESDM Banyumas, juga sudah memperingatkan berulang kali, namun para penambang tetap saja membandel,” katanya.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024
RDP Pimpinan Se-Indonesia, Pengurus Daerah Solid Dukung Sistem Presidium Gantikan Sistem Presidensil di KAI
May 22, 2024
aldwin rahadian megantara vice president kongres advokat indonesia
Ciptakan OA yang Kondusif, DPP KAI Gelar RDP Bahas Sistem Kepemimpinan Presidium
May 22, 2024
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024