Menipu dan Mengaku Anggota KPK, Pecatan TNI Diamankan Polisi
Menipu dan Mengaku Anggota KPK, Pecatan TNI Diamankan Polisi

Menipu dan Mengaku Anggota KPK, Pecatan TNI Diamankan Polisi

Menipu dan Mengaku Anggota KPK, Pecatan TNI Diamankan Polisi

Detik.com – Mochammad Nur Hasim (39) diamankan aparat Polsek Limo, Depok di sebuah rumah kontrakan di Jl Raya Krukut, Kampung Utan, Limo, Kota Depok. Pecatan TNI itu ditangkap karena mengaku sebagai anggota Kopaska TNI AL yang berdinas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Yang bersangkutan sudah dipecat dari TNI AL sejak 2010, dan bukan anggota KPK saja, hanya mengaku-aku,” ujar Kapolres Depok Kombes Dwiyono saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (10/4/2016).

Menurut Dwiyono, pelaku diamankan karena melakukan aksi penipuan. “Korbannya sudah banyak,” ujarnya lagi.

Informasi yang diperoleh detikcom, pelaku diamankan di rumah kontrakan milik H Tauki di Jl Raya Krukut RT 02/06, Kampung Utan, Kelurahan Krukut, Limo, Kota Depok pada pukul 12.30 WIB tadi. Berawal ketika warga Krukut menghubungi anggota Babin Krukut, Aiptu Ceppy yang mengabarkan ada seseorang yang mengaku sebagai anggota TNI AL berpangkat Letkol sekaligus anggota KPK.

Aiptu Ceppy kemudian merespons informasi warga tersebut, dan meneruskannya ke Polsek Limo. Di saat bersamaan, warga lainnya menghubungi Serma Doli yang kemudian membawa 10 anggota ke TKP.

Anggota TNI kemudian memeriksa dan menggeledah pelaku. Dari hasil pemeriksaan, pelaku merupakan pecatan TNI AL yang di-PTDH pada tanggal 31 Mei 2010 lalu.

Selanjutnya, anggota TNI kemudian menghubungi Polsek Limo. Pelaku kemudian dijemput oleh Aiptu Jarot dan Aipda Pilia yang kemudian menggelandangnya ke Mapolsek Limo untuk diproses hukum.

Sementara Dwiyono mengatakan, pelaku diduga telah melakukan penipuan terhadap sejumlah warga. “Korbannya ada 11 orang. Modusnya mengaku bisa memasukkan orang jadi polisi, mindahin tugas, macam-macam,” tambah Dwiyono.

Para korban dari beberapa kalangan mulaiĀ  buruh, sopir, pedagang, pegawai Pemda, pegawai Lapas hingga guru. Dari 11 korban yang tercatat, kerugian para korban rata-rata berkisar Rp 500 ribu hingga Rp 130 juta.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024
Amanat Undang-undang, 39 Advokat Diangkat Dalam Sidang DPP Kongres Advokat Indonesia
January 29, 2024
Presiden KAI: Menunjukkan BAS Tiap Sidang Tidak Selaras Dengan Digitalisasi di Mahkamah Agung
December 18, 2023
Presiden KAI Dr. Tjoetjoe Tegaskan Advokat JM Diduga Pelaku Asusila Tak Terdaftar Anggota Kongres Advokat Indonesia
December 13, 2023