Polda Metro Jaya Ringkus Enam Tersangka Penggelapan Mobil
Ngaku Polisi Razia Narkoba, Merampok Rumah Mewah di BSD

Polda Metro Jaya Ringkus Enam Tersangka Penggelapan Mobil

Polda Metro Jaya Ringkus Enam Tersangka Penggelapan Mobil

Tempo.co – Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap enam pelaku penggelapan kendaraan roda empat yang dirental. Kepala Subdirektorat Reserse Mobil Ajun Komisaris Besar Eko Hadi mengatakan penangkapan ini merupakan pengembangan dari penggelapan mobil di wilayah Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat.

“Penangkapan ini merupakan pengembangan yang digelapkan di wilayah Polda Metro dan Polda Jawa Barat,” kata Eko di Polda Metro Jaya, Senin, 4 April 2016. Keenam pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Eko, pada 3 Maret 2016, Slamet Kiswanto, 36 tahun, menyewa satu mobil milik Bambang Hermanto. Slamet lalu menjemput Arman Maulana, 29 tahun, dan menawarkan mobil tersebut. Slamet dan Arman menjadi tersangka bersama empat orang lain, yaitu Febriyansyah, 32 tahun, Iwan Setyawan (52), Mukdas (56), dan Utama Chandra (53). “Modusnya, para tersangka menggadaikan mobil rental,” ucapnya.

Dari penangkapan keenam tersangka, polisi mendapat barang bukti antara lain masing-masing satu unit Toyota Harrier, Toyota Alphard, Toyota Avanza Veloz, Toyota Vios, Toyota Avanza, BMW, Carry Pick Up, dan Honda City. Polisi juga mengamankan kunci mobil dan surat tanda nomor kendaraan Toyota Avanza. “Barang bukti menunjukkan rental mobil mewah,” ujar Eko.

Selain itu, tutur Eko, polisi menangkap empat tersangka dugaan pencurian di Kalideres, Jakarta Barat. Dari penangkapan itu, polisi memperoleh barang bukti dua sepeda motor.

Hari ini Polda Metro Jaya juga merilis penangkapan pelaku pencurian dengan kekerasan yang dilakukan sepasang suami-istri bersama dua orang lain. Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti, kasus ini menarik. Sebab, apabila tidak melarikan diri, korban dipastikan tewas saat pencurian terjadi.

“Korban saat itu menyelamatkan diri dari jeratan sabuk. Korban berhasil menyelamatkan diri dan melaporkan diri,” kata Krishna.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024