Investigasi Kebakaran Rutan Malabero Diminta Libatkan Komnas HAM
Investigasi Kebakaran Rutan Malabero Diminta Libatkan Komnas HAM

Investigasi Kebakaran Rutan Malabero Diminta Libatkan Komnas HAM

Investigasi Kebakaran Rutan Malabero Diminta Libatkan Komnas HAM

Republika.co.id – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, M Nasir Djamil mengatakan perlu investigasi mendalam atas kasus kebakaran Rumah Tahanan (Rutan) Malabero, Bengkulu yang menewaskan lima orang tahanan.

“Sehingga kita tidak berandai-andai dan tidak menebak-nebak peristiwa itu,” katanya, Sabtu (26/5).

Nasir menuturkan memang penjara di Indonesia telah overload atau berdesak-desakan. Apalagi, petugas di lapas kurang dibandingkan narapidana. Jadi petugas kurang, dan narapidana banyak berdampak terhadap pembinaan.

Terkait kasus kebakaran di Rutan Malabero, harus ada beberapa hal yang dilakukan pemerintah. Hal tersebut adalah dengan melakukan investigasi dari Komnas HAM, dievaluasi bangunan-bangunan lapas, berani memindahkan narapidana bermasalah di lapas lain.

“(Untuk Napi Narkoba) Seharusnya direhab dahulu, jangan dia dimasukan ke rutan atau ke lapas dahulu,” ujarnya.

Nasir menuturkan tentunya mereka harus mendapatkan rehabilitasi terlebih dahulu. Jangan kemudian mereka dimasukan, karena akan menambah kekhawatiran.

Selain itu, seperti PP No 99 Tahun 2012 tentang Pengetatan Remisi yang sekarang berlaku membuat napi resah. “Jadi tentu saja, pemicunya karena mereka sendiri dan kondisi di dalam tidak kondusif,” ucapnya.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

The Chef is TSH
June 10, 2024
Dr. Umar Husin: Keterwakilan Jadi Keunggulan Sistem Presidium Jika Diterapkan di Organisasi Advokat
May 26, 2024
Memikirkan Kembali Wacana Kepemimpinan Presidium
May 26, 2024
Road To Kongres, KAI Gelar Talkshow Refleksi Demokrasi
May 24, 2024
Dr. Tjoetjoe: Kongres IV KAI Tempat Reuni & Berkumpul AdvoKAI se-Indonesia
May 22, 2024