Minim Armada, Kapal Ikan Ilegal Cina Lolos Tangkap
Minim Armada, Kapal Ikan Ilegal Cina Lolos Tangkap

Minim Armada, Kapal Ikan Ilegal Cina Lolos Tangkap

Minim Armada, Kapal Ikan Ilegal Cina Lolos Tangkap

Republika.co.id – Pemerintah Indonesia kembali gagal meringkus kapal ilegal milik Cina bernama KM Kway Fey 10078 yang masuk ke perairan Indonesia tepatnya di kawasan perairan Natuna. Armada angkatan laut yang minim gagal menangkap atau menenggelamkan kapal ilegal terrsebut. Meski begitu, armada berhasil meringkus sebelas anak buah kapal ikan Cina tersebut untuk diproses hukum lebih lanjut.

“Saya sangat apresiasi keberanian armada kita, meski kapalnya kecil tapi berani loncat ke kapal Cina itu dan meringkus ABK nya,” kata Menteri Kelautan¬† dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam konferensi pers prosesi penangkapan kapal pelaku ilegal fishing KM Kway Fey 10078 oleh Kapal Pengawas (KP) Hiu 11 di Perairan Natuna, Ahad (20/3).

Anggota KP Hiu 11 yang meninggalkan kapal untuk masuk dan meringkus ABK di kapal ikan ilegal tersebut yakni Puguh Widodo sebagai Serang, Apyam Mey Kabarek sebagai masinis I dan Ariyanto Lubis sebagai Juru Mudi Kapal. Namun armada angkatan laut Indonesia gagal membawa kapal ilegal tersebut sebagai barang bukti karena Kapal Coastguard Cina yang berukuran besar dan bersenjata berusaha menghalang-halangi tindak tangkap tersebut.

Angkatan laut Indonesia yang minim armada pun akhirnya melepaskan kapal ikan ilegal tersebut karena berhasil direbut dan dibawa oleh Kapal Coastguard Cina ke luar wilayah perairan Indonesia. “Kita kehilangan barang bukti, saya melihat, Coastguard Cina tidak mau kapal mereka ditenggelamkan dan itu sangat kita sesalkan,” ujar Susi.

Ia pun akan mengirimkan surat protes keras secara diplomatik atas sikap arogansi pemerintah Cina tersebut. Cina sebagai negara besar seharusnya menghormati kedaulatan Indonesia yang sedang komitmen berperang melawan praktik Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024