Kasus Kopi Mirna, Polisi Periksa Jessica Soal Hidup di Australia
Kasus Kopi Mirna, Polisi Periksa Jessica Soal Hidup di Australia

Kasus Kopi Mirna, Polisi Periksa Jessica Soal Hidup di Australia

Kasus Kopi Mirna, Polisi Periksa Jessica Soal Hidup di Australia

Tempo.co – Tersangka pembunuh Wayan Mirna Salihin, Jessica Kumala Wongso, pada Jumat, 18 Maret 2016, kembali menjalani pemeriksaan tambahan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan ┬ádari tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya.

Menurut kuasa hukum Jessica, Hidayat Bostam, Jessica menjalani pemeriksaan selama tiga jam sejak pukul 13.00 hingga 16.00 dengan menjawab 19 pertanyaan tim penyidik. “Yang ditanya itu perihal BAP Jessica pas pertama. Enggak ada perubahan. Konfirmasi aja terkait dengan masalah itu (pembunuhan),” kata Hidayat di Polda Metro Jaya, Jumat ini.

Hidayat berujar, semua pertanyaan yang ditujukan masih terkait dengan kehidupan Jessica saat di Australia, mulai saat dia bekerja, melakukan kegiatan, hingga akhirnya memutuskan berhenti bekerja di perusahaan NSW Ambulance.

“Setelah mengundurkan diri, dia langsung ke Jakarta, ke Indonesia, liburan. Itulah yang terjadi. Dan pada 6 Januari, ada kematian. Jadi enggak ada hubungannya,” ucap Hidayat.

Jessica telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh Wayan. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan fakta ditemukannya racun sianida dalam es kopi Vietnam yang diminum Mirna. Es kopi yang ternyata dipesan Jessica itu menyebabkan Mirna tewas di kedai kopi Olivier, Jakarta Pusat, tempat mereka bertemu pada 6 Januari lalu.

Berkas acara pemeriksaan kematian Mirna sampai saat ini terus dilengkapi kepolisian. Rencananya, pada pekan depan, Polda Metro Jaya akan kembali mengirimkan berkas tersebut kepada jaksa penuntut umum untuk kembali diperiksa. Apabila berkas dinyatakan lengkap, tabir gelap pembunuh Mirna sebenarnya akan segera terbuka.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024
tjoetjoe-sandjaja-hernanto-pengangkatan-dki-jakarta
Presiden KAI: Pilpres Sebentar Lagi, Ini Pilihan Saya!
January 30, 2024