Sempat Duel dengan Polisi, Bandar Sabu Siantar Ditangkap
Sempat Duel dengan Polisi, Bandar Sabu Siantar Ditangkap

Sempat Duel dengan Polisi, Bandar Sabu Siantar Ditangkap

Sempat Duel dengan Polisi, Bandar Sabu Siantar Ditangkap

Kompas.com – Satuan Narkoba Polres Pematangsiantar menangkap bandar narkoba, Darma Sinaga (37), warga Sibatu-batu, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Selasa (15/3/2016) malam pukul 20.00 WIB.

Darma yang dikenal cukup licin ini sudah lama menjadi target operasi. Dia ditangkap berikut hasil pengembangan dua tersangka narkoba, Kardo Damanik dan Sangkot, masing-masing warga Sibatu-batu yang ditangkap tim khusus anti-narkoba sebulan lalu.

Darma menjadi buronan kasus narkoba berdasarkan tindak lanjut pesan singkat yang disampaikan masyarakat ke nomor polisi 110, yang menyebutkan pelaku membuat resah warga dengan bisnis sabu-sabu yang sudah berjalan selama tujuh bulan.

Pada saat hendak ditangkap, Darma berusaha melarikan diri, diawali berduel dengan Bripka Hendri Purba, anggota tim khusus antinarkoba. Namun berkat kesigapan petugas, Darma bisa dilumpuhkan.

Petugas melakukan penggeledahan dan menemukan dua paket sabu-sabu dari kantong celana sebelah kanan. Kemudian petugas mencoba menggeledah rumah Darma tetapi mendapat perlawanan dari masyarakat.

Petugas memanggil ketua RT dan tokoh masyarakat setempat. Pada saat penggeledahan di dalam rumah, ditemukan sabu delapan paket yang tersimpan di dalam rak sepatu.

Di dalam kamar, tepatnya di dalam lemari, petugas kembali menemukan ganja dan uang tunai sebesar Rp 18 juta serta alat isap sabu-sabu.

Kapolres Pematangsiantar AKBP Dodi Darjanto didampingi Kanit Narkoba Iptu Paulus Simamora menjelaskan, penangkapan itu berkat informasi warga ke nomor polisi 110.

“Kita tangkap hasil tindak lanjut SMS warga 110 pada 2 Februari 2016. Pada saat hendak ditangkap, pelaku berusaha melakukan perlawanan dan tak mau mengakui barang bukti yang ditemukan di dalam rumahnya. Untuk sementara, jumlah sabu-sabu delapan paket belum bisa diketahui beratnya berikut dengan berat daun ganja kering,” kata Dodi.

Sementara itu, Darma mengaku sabu-sabu itu dipasok Roni, warga Jalan Nangka, Pematangsiantar.

“Sudah tujuh bulan aku main. Sabu kudapat dari Roni. Setiap hari omset penjualan sebesar Rp 2 juta,” ujar Darma.

(Kongres Advokat Indonesia)

Silahkan tinggalkan komentar tapi jangan gunakan kata-kata kasar. Kita bebas berpendapat dan tetap gunakan etika sopan santun.

TERPOPULER

TERFAVORIT

PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
PJ Sekda Sidenreng Rappang Jajaki Kerjasama Bidang Hukum dengan Kongres Advokat Indonesia
April 25, 2024
Presiden KAI: Mempertanyakan BAS Lawan di Pengadilan itu Tidak Sopan!
March 21, 2024
Gerak Cepat Pembentukan Dewan Kehormatan Pusat Organisasi Advokat
March 13, 2024
Solid! Presiden Kongres Advokat Indonesia Sambut Hangat Pimpinan-Pimpinan Nasional Organisasi Advokat di Menara Sampoerna
March 6, 2024
KAI Makin Mengukuhkan Diri Sebagai Organisasi Advokat Modern Berbasis Digital & Artificial Intelligence
January 30, 2024